Santri di sebuah Pondok Pesantren di Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung, dikabarkan jadi korban penganiayaan sejumlah seniornya. Akibat peristiwa tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Santri tersebut diketahui berinisial HZ (16), warga Desa Kace, Mendo Barat. Informasi yang dihimpun detikSumbagsel, peristiwa perundungan berujung penganiayaan itu terungkap pada Sabtu (12/4) malam.
Bermula, keluarga korban didatangi oleh dua santri dari pondok pesantren tersebut yang menyebut jika anaknya sedang sakit dan dirawat di puskesmas. Karena kondisinya memburuk, korban kemudian dipindahkan ke RSU Mitra Medika Pangkalpinang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, korban menyebut bahwa dirinya dianiaya sejumlah seniornya. Mendengar pengakuan itu, hari ini orang tua korban membuat laporan ke SPKT Polda Bangka Belitung (Babel).
Kabar santri dikeroyok oleh seniornya itu heboh hingga viral di media sosial (medsos). Polisi membenarkan dugaan peristiwa itu, dan keluarga membuat laporan di Mapolda.
"Iya benar (ada kasus dugaan perundungan berujung penganiayaan), tadi Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitya Putra telah mendatangi atau mengecek kondisi korban di rumah sakit," ujar Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Terkait dengan penganiayaan itu, kata dia, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Orang tua pun sudah membuat laporan ke polisi.
"Hingga kini, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih di dalami. Informasinya, orang tua korban sedang membuat laporan di Mapolda," katanya.
(csb/csb)