Terungkap! Ada Saksi Belum Diperiksa dalam Kasus Pembunuhan Tetangga di Jambi

Jambi

Terungkap! Ada Saksi Belum Diperiksa dalam Kasus Pembunuhan Tetangga di Jambi

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Selasa, 12 Mei 2026 10:00 WIB
Adegan tersangka berangkat menuju rumah korban pembunuhan di Jambi
Adegan tersangka berangkat menuju rumah korban pembunuhan di Jambi (Foto: Dimas Sanjaya)
Jambi -

Rekonstruksi pembunuhan tetangga di Jambi bernama Indra Kesuma (41), mengungkap adanya sejumlah saksi yang belum diperiksa. Selain itu, ada banyak perbedaan keterangan saksi dan tersangka dalam menuangkan pengakuan.

Kapolsek Kota Baru, Kompol Helrawaty Siregar mengakui perihal adanya ketidaksesuain keterangan antara saksi dan tersangka, Rangga Suganda dan Dandi Haryansyah.

"Yang pasti saat rekonstruksi, ternyata ada saksi yang belum kita BAP. Masih banyak kekurangan yang harus kita perbaiki soal tidak persesuain keluarga korban dan tersangka yang akan kita duduk bersama dengan jaksa," kata Helra, Selasa (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Helra menyebut dari gelar perkara itu, akan tampak kesimpulan dari perkara tersebut. Polisi pun tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

"Pasti kita duduk bersama dan pasti ada garis merahnya (kesimpulan), versi A dan B, nanti nampaklah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Helra menambahkan bahwa gelar perkara dan pertemuan dengan jaksa akan dijadwalkan hari ini, untuk memastikan perkembangan perkara.

"Jadi yang pasti kita mau duduk akhir yang kita dapat dijadwalkan besok (hari ini, Selasa) setelah itu akan gelar," katanya.

Rekonstruksi digelar di halaman Polsek Kota Baru, Senin (11/5/2026), terkait peristiwa berdarah yang terjadi di RT 10 Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Minggu (24/4/2026).

Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Kapolsek Kota Baru Kompol Helrawaty Siregar, yang turut dihadiri jaksa, saksi keluarga korban, keluarga pelaku, dan saksi dari para tetangga. Kedua tersangka Rangga Suganda dan Dandi Haryansyah dihadirkan dengan mengenakan baju tahanan.

Reka adegan diawali dengan perdebatan antara Nia istri korban dan Linda keluarga pelaku di hari sebelum kejadian. Perdebatan itu terkait perselisihan anak masing-masing pihak.

"Linda, ngapo kau ngejar Okta? Dio pulang ke rumah nangis. Kenapo kau ikut campur masalah anak-anak?" ucap Nia, istri korban, saat rekonstruksi.

Saat perselisihan mulut terjadi, korban Indra turut mendampingi istrinya. Cekcok itu kemudian sempat dilerai oleh warga.

Dalam adegan perselisihan itu, terjadi perbedaan keterangan. Linda bersaksi melihat korban Indra membawa pisau yang diselipkan di pinggangnya. Sedangkan, Nia membantah dan tak melihat suaminya membawa pisau tersebut.

Dari perselisihan itu, kemudian dilanjutkan adegan Linda menelpon kedua adiknya, Rangga dan Dandi, yang saat itu keduanya berada di dalam satu lokasi yang sama.

Dalam adegan itu, sempat terjadi kealotan lantaran kedua tersangka berkelit bahwa ketika itu Linda tidak melontarkan kalimat ajakan untuk ke rumah. Namun, tersangka mengaku bahwa di sambungan telepon itu dia mendengar adanya keributan dan memberi tahu ada seseorang yang membawa pisau, sehingga mereka menilai Linda dalam keadaan terancam.

"Ado suaro anak kecik. Sudah itu ayuk itu bilang 'ada orang bawa pisau'," kata tersangka memperagakan reka adegan.

Momen reka adegan itu, sempat dipertanyakan oleh penyidik dan jaksa, terkait kepastian alasan kedua tersangka meluncur menuju rumah Linda. Kedua tersangka mengaku bahwa mereka berangkat ke lokasi agar memastikan keamanan Linda.

Selanjutnya, kedua tersangka menuju ke rumah Linda menaiki sepeda motor. Mereka kemudian mengambil pisau yang berada di depan teras rumah Linda.

Dari rumah Linda, kedua tersangka berangkat menuju ke rumah Indra yang lokasinya tak berjauhan. Dalam momen itu, menurut keterangan tersangka bahwa mereka menanyakan kepada S anak perempuan Linda, terkait keributan dan meminta S menunjukkan rumah Indra.

S pun ikut menaiki motor berbonceng tiga, berdasarkan versi tersangka. Namun, kesaksian itu berbeda dari keterangan saksi para tetangga. Saksi Pitriyanti bersaksi bahwa yang berbonceng tiga semuanya laki-laki.

Kesaksian yang sama juga dituturkan oleh saksi Indah yang bahkan melihat bahwa yang berboceng tiga itu ialah dua tersangka dan BM (17) anak laki-laki dari Linda. Indah bersaksi bahwa BM ikut serta yang saat itu menggunakan baju warna putih.

"Yang kamu (saya) lihat orang boceng tiga, cowok semua. Yang belakang BM (nama disamarkan)," kata Indah bersaksi dalam reka adegan.

Saksi Farlaungan yang saat kejadian mengaku sedang mencuci motor, melihat bahwa ada tiga orang menaiki motor dan semuanya laki-laki. Namun, Farlaungan tidak melihat jelas siapa ketiga laki-laki tersebut.

Setelah adegan itu, dua tersangka tiba di rumah korban. Saat itu, dalam versi tersangka saksi S menunjuk bahwa Indra yang mereka dicari, akibat keributan sebelumnya.

Ketika tiba di rumah, saksi Nia istri korban menyebut bahwa dirinya melihat bahwa BM yang ikut ke rumah bersama dua pamannya, bukanlah saksi S.

Reka adegan kemudian dilanjutkan ke momen BeritaKlik-BeritaKlik penikaman secara brutal yang terjadi sekira pukul 18.10 WIB.

Tersangka Dandi, orang pertama yang menyerang Indra. Dandi sempat menonjok Indra yang berlari ke dalam rumah karena dikejar oleh tersangka yang membawa senjata tajam jenis parang dan pisau dapur.

Selanjutnya, Rangga turun mengejar Indra. Rangga menusuk punggung Indra hingga tersungkur. Rangga lalu menghabisi nyawa korban dengan menikam berkali-kali dada korban.

Aksi tersebut berlangsung cepat, anak perempuan korban berinisial O yang masih kelas 6 SD, turut menyaksikan kejadian disusul oleh Nia istri korban, dan Ferdi anak tertua korban. Ferdi yang mengalami luka akibat serangan tersangka juga mengakui bahwa melihat BM, bahka turut melukainya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads