Pembunuh pria di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, sudah ditangkap polisi. Ternyata, motif dari pembunuhan itu karena E (24), memilik dendam dengan korban S (41) yang sering menghina ibunya.
Kepada polisi, pelaku mengaku sakit hati karena korban kerap mengeluarkan perkataan yang dianggap menghina dan menyinggung ibu kandungnya.
Diduga karena motif tersebutlah yang memicu aksi kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum kejadian, pelaku mengaku bertamu ke rumah korban yang tidak jauh dari rumahnya. Saat itu, keduanya melihat ibu pelaku, dan korban langsung memandangi ibu pelaku sambil mengeluarkan kata-kata bernada pelecehan.
"Saya bertamu dengan S, kami itu lagi main slot, terus kami (pelaku dan korban) melihat ibu saya sedang menjemur pakaian. Korban ini langsung mengalihkan pandangannya ke arah ibu saya sambil mengeluarkan kata-kata bernada pelecehan. Saya tidak senang," katanya kepada petugas, Jumat (5/6/2026).
Sejak kejadian itulah timbul dendam dari pelaku untuk menghabisi nyawa pelaku hingga jasad korban ditemukan tewas dengan penuh luka di pinggir jalan.
Setelah kejadian, pelaku kabur hingga sempat buron selama dua tahun hingga akhirnya E berhasil ditangkap polisi di kediamannya Desa Durian Sembilan, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, Kamis (4/6/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
"Iya pelaku berhasil ditangkap. Meskipun kasus ini telah berlangsung cukup lama, penyidik tetap bekerja secara profesional untuk mengumpulkan alat bukti dan mengungkap pelakunya," kata Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, Jumat.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 458 dan/atau Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait tindak pidana pembunuhan dan/atau pembunuhan berencana.
(csb/csb)