Kakek di Lampung Utara, Lampung, bernama Hadi Suyipto alias Kelik (75) ditangkap polisi karena membacok tetangganya hingga korbannya luka parah. Kepada polisi, pelaku mengaku berhalusinasi melihat korban seperti genderuwo.
Korban dalam peristiwa tersebut bernama Muqosim (74) dan anaknya bernama Nur Zubaidah (38).
Pembacokan itu terjadi di rumah korban Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Kristofel mengatakan kejadian berawal saat pelaku datang ke rumah Muqosim dengan membawa sebilah golok.
Kemudian, korban sempat mempersilakan pelaku duduk. Namun tanpa diduga, pelaku langsung menyerang korban dengan sajam yang dibawanya.
"Pelaku secara tiba-tiba membacok korban Muqosim pada bagian kepala hingga terjatuh. Saat korban sudah tersungkur, pelaku kembali melakukan pembacokan pada bagian punggung korban," ujarnya.
Melihat kejadian itu, anak korban Nur Zubaidah yang berada di dalam rumah berusaha memberikan pertolongan. Namun ia juga diserang pelaku hingga mengalami luka bacok di bagian pelipis kanan.
Tidak hanya itu, seorang saksi bernama Samsuri (80) yang berupaya melerai kejadan itu juga terkena sabetan senjata tajam pada tangan kanannya.
Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri dan pulang ke rumah. Sementara kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit CMC Candimas untuk mendapatkan penanganan medis.
Mendapat laporan kejadian tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan pelaku yang bersembunyi di rumah salah satu anaknya di Dusun Gunung Labuhan hingga akhirnya ditangkap.
"Tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Barang bukti yang turut diamankan berupa satu bilah golok yang diduga digunakan saat melakukan penganiayaan serta pakaian milik korban," jelasnya.
Halusinasi Ngaku Lihat Korban seperti Genderuwo
Dari keterangan pelaku, kata Ivan, Hadi berhalusinasi melihat korban seperti genderuwo hingga berujung pelaku membacok korban.
"Kalau dari pengakuan pelaku, dia ngaku halusinasi. Dia bilang melihat korban ini seperti Gunduruwo atau hantu, jadi dia langsung serang korban dengan senjata tajam itu," ujarnya.
Meski begitu, Ivan mengatakan pihaknya akan terus mendalami keterangan pelaku dengan melibatkan psikolog.
"Kondisi pelaku ini akan terus kami dalami atas pengakunnya, karena memang pelaku ini sudah tua. Kami juga akan melibatkan psikolog dalam pemeriksaan pelaku ini," jelasnya.
Terkait dengan ada tidak permasalahan antara pelaku dan korban, Ivan mengatakan bahwa keduanya tidak pernah memiliki masalah.
"Dari hasil pemeriksaan keluarga korban bahwa tidak pernah ada konflik dengan pelaku. Selama ini mereka bilang baik-baik saja," ungkapnya.
(csb/csb)
