Kasus Siswi SMP di Lubuklinggau Dipukul-Kepala Diinjak Teman Berakhir Damai

Sumatera Selatan

Kasus Siswi SMP di Lubuklinggau Dipukul-Kepala Diinjak Teman Berakhir Damai

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Selasa, 23 Jun 2026 15:30 WIB
Video viral siswi SMP di Lubuklinggau dianiaya oleh teman sekolahnya
Video viral siswi SMP di Lubuklinggau dianiaya oleh teman sekolahnya (Foto: Istimewa/Tangkap Layar)
Lubuklinggau -

Kasus perundungan atau bullying siswi SMP Negeri di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berinisial C yang dipukul hingga kepalanya diinjak oleh siswi lain berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat untuk saling mengobati.

Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Rodiman membenarkan kasus bullying tersebut telah selesai. Ia mengatakan mediasi dilakukan di sekolah tersebut pada Senin (22/6/2026).

"Benar, kemarin sudah dilakukan mediasi di sekolah akibat kasus yang viral itu. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan perdamaian," katanya, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rodiman mengatakan dalam kesepakatan damai tersebut, pihak pelaku bersedia untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

"Jadi biaya seperti cek di rumah sakit, urut, dan lain-lain itu akan ditanggung sama pihak keluarga pelaku sampai korban benar-benar sembuh. Kalau keadaan korban kemarin mengaku kepalanya masih pusing, tapi cuman itu saja keluhannya," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri tempat siswa di-bully temannya berinisial S mengatakan pemicu aksi perkelahian tersebut karena saling ejek di status WhatsApp (WA).

"Pemicunya karena saling sindir di status WA. Akhirnya mereka berkelahi di kelas pas Jumat (19/6/2026) siang. Sebenarnya setiap hari kalau jam efektif di sekolah kami ada 4 guru piket. Ini kebetulan kejadiannya saat classmeeting, jadi terlewat dari pengawasan," ujarnya.

Dalam mediasi tersebut, Ia mengatakan pihak korban hanya meminta agar korban dicek kesehatannya karena masih terasa pusing.

"Pihak pelaku siap memfasilitasi rontgen kepala korban. Sementara si pelaku mengaku badannya sakit-sakit semua setelah berkelahi itu dan minta diurut. Selain dari itu tidak ada yang luka serius," ujarnya.

Ia juga mengatakan kedua siswi yang terlibat dalam perkelahian tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah, namun diberi peringatan tegas agar tidak mengulangi aksi yang sempat viral tersebut.

"Keduanya tidak kami keluarkan dari sekolah. Keduanya sekelas dan naik ke kelas VIII. Meski tidak dikeluarkan, sanksi yang diberikan tegas karena ini pelanggaran berat. Jika mengulang berkelahi lagi, dengan siapapun itu, pihak kepolisian yang langsung menindak tegas," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dugaan kasus perundungan atau bullying di salah satu SMP Negeri di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Terlihat korban yang merupakan seorang siswi dipukul hingga kepalanya diinjak oleh siswi lainnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang siswi SMP berinisial C diduga menjadi korban penganiayaan oleh teman sebayanya di dalam ruang kelas sekolah tersebut. Dalam rekaman itu, terduga pelaku tampak memukul hingga menginjak bagian kepala korban.

Sejumlah pelajar yang berada di lokasi terlihat hanya menyaksikan kejadian tersebut. Beberapa di antaranya bahkan merekam aksi penganiayaan tersebut hingga viral di media sosial.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads