Ancam Petugas, Pria Jalani Rehab Narkoba di Lubuklinggau Kabur dari Yayasan

Sumatera Selatan

Ancam Petugas, Pria Jalani Rehab Narkoba di Lubuklinggau Kabur dari Yayasan

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Minggu, 09 Agu 2026 11:00 WIB
Ilustrasi napi/tahanan kabur (Andhika-detik)
Ilustrasi kabur (Andhika-detik)
Lubuklinggau -

Seorang warga binaan bernama Irham Riko Prambudi yang tengah menjalani rehabilitasi kasus narkotika di sebuah yayasan bernama Irham di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, kabur usai mengamuk dan merusak pintu ruangan rehab. Pelaku juga sempat mengancam klien lain dan petugas yayasan.

Diketahui sebelumnya Irham diamankan oleh Satresnarkoba Polres Musi Rawas Utara (Muratara) di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, Muratara karena kasus narkotika.

Setelah diproses sebagai pengguna, Irham kemudian direkomendasikan menjalani rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani, Jalan Junaidi, Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim pelaksana Yayasan Karunia Insani bernama Pras mengatakan Irham baru dua hari dititipkan di tempat rehabilitasi tersebut. Dia dititipkan oleh pihak Satresnarkoba Polres Muratara pada Kamis (6/8/2026) pagi.

"Baru dua hari dititipkan di sini oleh pihak Satnarkoba Polres Muratara. Dia diserahkan pada Kamis (6/8/2026) pagi, kemudian dia kabur pada Jumat (7/8/2026 ) pukul 14.40 WIB," katanya, Sabtu (8/8/2026).

ADVERTISEMENT

Pras membeberkan Irham sebelumnya sudah beberapa kali menjalani rehabilitasi di tempat lain sebelum dititipkan di Yayasan Karunia Insani.

"Jadi pada hari kejadian, Ibu Irham datang ke yayasan untuk membahas rencana rujukan yang bersangkutan. Keluarga berencana mengarahkan Irham menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di Bengkulu," ungkapnya.

Saat itu, kata Pras, keluarga Irham sedang berdiskusi mengenai administrasi dan pemberkasan. Ruangan tempat keluarga berdiskusi disebut tidak jauh dari ruang observasi Irham.

"Dia ini beberapa kali bilang mau ketemu ibunya. Sedangkan ibunya tidak mau ketemu karena anaknya sudah memiliki gejala-gejala gangguan depresi karena penggunaan narkoba," ujarnya.

Irham yang mengetahui ibunya datang namun tidak bersedia menemuinya kemudian emosi hingga ia mengamuk dan menendang pintu ruang observasi hingga rusak.

"Ibu Irham ini datang hanya memberikan pakaian untuk anaknya, tapi tidak mau bertemu. Dia kemudian ngamuk-ngamuk sambil menendang hingga mendobrak pintu ruang observasi sampai hancur. Kemudian dia melakukan pengancaman terhadap klien lain hingga petugas dengan kayu bekas pintu yang didobrak tadi," jelasnya.

Karena Irham melakukan pengancaman, Pras mengatakan para petugas yayasan saat itu langsung menjaga klien lain yang jumlahnya cukup banyak. Kondisi tersebut membuat Irham akhirnya berhasil melarikan diri dari tempat rehabilitasi.

Pras mengatakan pihak yayasan telah berkonsultasi dengan keluarga Irham terkait kejadian tersebut. Pihak yayasan juga mempertimbangkan tindak lanjut atas kerusakan fasilitas yang ditimbulkan.

"Kami sudah berkonsultasi dengan pihak keluarga dan ini akan kami tindak lanjuti mengenai sistem laporannya. Kalau keluarga mau diselesaikan dengan baik-baik karena ini merupakan tindakan perusakan fasilitas," katanya.

Hingga kini, Pras mengatakan pihak keluarga Irham belum datang kembali ke yayasan maupun bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas tersebut. Sementara keberadaan Irham setelah kabur juga belum diketahui.

"Untuk klien itu belum tahu keberadaannya di mana sampai sekarang," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Muratara Iptu Marhan Saputra saat dihubungi belum memberi tanggapan mengenai peristiwa tersebut.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads