10 Menu Lebaran 2026 yang Sering Ada di Meja Makan, Mana Favoritmu?

10 Menu Lebaran 2026 yang Sering Ada di Meja Makan, Mana Favoritmu?

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Rabu, 18 Mar 2026 04:20 WIB
Aneka sajian menu lontong sayur (Foto: Istimewa)
Ilustrasi menu Lebaran. (Foto: Istimewa)
Palembang -

Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang saling memaafkan dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga tentang menikmati berbagai hidangan istimewa bersama keluarga besar. Apa menu Lebaran favorit, detikers?

Di Indonesia, tradisi menyajikan makanan khas Lebaran sudah berlangsung turun-temurun. Setiap daerah memiliki menu andalannya masing-masing, namun ada beberapa hidangan yang hampir selalu hadir di setiap meja makan saat Idul Fitri. Mulai dari ketupat yang ikonik, opor ayam yang gurih, hingga hidangan khas daerah yang tak kalah lezat.

Nah, buat detikers yang sedang menyiapkan sajian Lebaran atau sekadar ingin tahu menu apa saja yang sering ada di meja makan Lebaran, berikut detikSumbagsel rangkum dari berbagai sumber, 10 menu makanan Lebaran yang sering hadir di meja makan. Mana favoritmu detikers?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ketupat

Setiap kali Hari Raya Idul Fitri tiba, meja makan masyarakat Indonesia hampir selalu dihiasi oleh satu hidangan khas, yakni ketupat. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa muda ini bukan sekadar pengganti nasi biasa, tetapi juga simbol budaya yang sarat makna dan filosofi.

Ketupat berasal dari kata "kupat" yang memiliki arti ganda, yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan) yang melambangkan; luberan (melimpah), leburan(dosa lebur), lebaran(pintu ampunan), dan laburan(penyucian diri).

ADVERTISEMENT

Mencerminkan semangat saling memaafkan dan menyucikan diri setelah sebulan berpuasa. Tak heran jika ketupat selalu menjadi menu utama yang paling dinantikan saat Lebaran tiba.

2. Opor Ayam

Jika ketupat adalah rajanya, maka opor ayam adalah pasangan setianya. Hidangan khas Jawa Tengah ini hampir tidak pernah absen dari meja makan saat Lebaran.

Opor ayam terbuat dari ayam yang dimasak dalam santan kental dengan campuran bumbu seperti lengkuas, serai, kayu manis, asam jawa, gula aren, ketumbar, kemiri, bawang putih, dan bawang merah.

Opor ayam terkenal dengan kuah santannya yang gurih dan kaya rempah, biasanya disajikan bersama ketupat atau lontong. Hidangan ini juga bisa divariasikan dengan tambahan telur, tahu, atau tempe untuk melengkapi sajian Lebaran. Aromanya yang harum dan rasanya yang gurih selalu berhasil membangkitkan selera makan siapa pun.

3. Rendang

Siapa yang tidak kenal rendang? Rendang adalah makanan khas Sumatera Barat yang pernah menyandang predikat sebagai makanan terenak di dunia. Hidangan ini selalu menjadi primadona di atas meja saat Lebaran, dimasak secara lambat menggunakan santan dan rempah-rempah sehingga mengeluarkan aroma tajam dan cita rasa yang sangat kaya.

Rendang bisa bertahan lebih lama dibanding lauk lainnya, sehingga praktis untuk dijadikan stok makanan selama beberapa hari setelah Lebaran. Umumnya berbahan dasar daging sapi, namun ada pula varian rendang ayam, paru, dan telur. Kehadiran rendang di meja makan Lebaran selalu menjadi momen yang paling dinantikan seluruh anggota keluarga.

4. Lontong Sayur

Selain ketupat, lontong sayur juga menjadi menu sarapan favorit di pagi hari setelah sholat Idul Fitri. Lontong biasanya disajikan dengan sayur santan yang berisi labu, tempe, atau kacang panjang. Hidangan ini memiliki rasa gurih dan segar sehingga menjadi salah satu menu sarapan favorit di pagi hari setelah sholat Idul Fitri.

Kuahnya yang segar dengan sayuran seperti labu siam dan kacang panjang membuatnya lezat sekaligus bergizi, dengan bumbu rempah seperti lengkuas, daun salam, dan serai yang menambah aroma khasnya. Lontong sayur cocok dinikmati hangat-hangat bersama keluarga di pagi hari Lebaran.

5. Sayur Lodeh

Sayur lodeh sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi kuliner Nusantara, khususnya saat Lebaran. Biasanya hidangan ini disajikan saat perayaan Idul Fitri sebagai pendamping ketupat. Kombinasi kuah santan yang kaya rempah dengan potongan ketupat yang lembut menciptakan harmoni rasa yang sempurna.

Sayur lodeh hadir dengan bahan utama labu siam, kacang panjang, dan santan yang memberikan cita rasa khas dan bikin ketagihan. Di beberapa daerah, isian sayur lodeh bisa berbeda-beda, ada yang menambahkan tahu, tempe, atau telur rebus sebagai pelengkap.

6. Sambal Goreng Ati

Pelengkap ketupat yang satu ini hampir selalu hadir di setiap rumah saat Lebaran. Perpaduan hati ayam, kentang, dan sambal santan membuat sambal goreng ati menjadi favorit banyak keluarga. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan sangat cocok disantap bersama ketupat atau lontong.

Sambal goreng ati terbuat dari jeroan ayam yang digoreng dengan bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, dan lengkuas hingga berwarna coklat keemasan, kemudian dicampur dengan bumbu sambal dari cabai, tomat, dan bawang merah yang dihaluskan. Perpaduan rasa pedas, gurih, dan sedikit manis menjadikan sambal goreng ati sebagai lauk yang selalu habis duluan di meja makan.

7. Semur Daging

Menu yang satu ini memiliki cita rasa yang berbeda dari rendang maupun opor, namun tidak kalah lezatnya. Semur daging adalah masakan berbahan dasar daging sapi yang dimasak dengan kecap manis, bawang, pala, dan rempah lainnya. Kuahnya yang kecoklatan dengan rasa manis gurih menjadikan hidangan ini cocok untuk semua usia dan ramah bagi yang kurang menyukai makanan pedas.

Rahasia kelezatan semur daging terletak pada penggunaan kecap manis berkualitas tinggi dan proses memasak yang lama untuk memastikan daging empuk dan bumbu meresap sempurna. Semur sangat cocok dinikmati bersama nasi putih hangat, nasi uduk, maupun ketupat.

8. Malbi Daging Sapi

Bagi masyarakat Palembang, Lebaran terasa kurang sempurna tanpa kehadiran malbi di meja makan. Hidangan khas Palembang ini menawarkan sensasi rasa yang berbeda dari rendang maupun semur biasa, dengan tekstur kuah yang kental, berwarna hitam pekat, dan aroma rempah yang kuat.

Malbi memiliki posisi khusus dalam tradisi kuliner Palembang karena biasanya hanya disajikan pada momen-momen istimewa seperti Idul Fitri atau pernikahan adat. Keistimewaan malbi semakin lengkap ketika disajikan bersama nasi minyak, yaitu nasi yang dimasak dengan minyak ghee dan rempah-rempah, menciptakan harmoni rasa yang kaya dan mewah.

9. Tekwan

Tak hanya sebagai jajanan sehari-hari, tekwan juga kerap hadir sebagai hidangan istimewa saat Lebaran, terutama di rumah-rumah warga Palembang. Tekwan dibuat dari campuran ikan dan tepung tapioka berbentuk kecil-kecil menyerupai bakso, disajikan dalam kuah kaldu udang berwarna bening yang hangat dengan rasa yang sangat gurih.

Dalam semangkuk tekwan, terdapat isian seperti soun, dan jamur, serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, bawang goreng, dan sambal. Kata "tekwan" sendiri merupakan kepanjangan dari "berkotek samo kawan" yang artinya mengobrol bersama kawan, menjadikannya hidangan yang cocok dinikmati bersama keluarga saat Lebaran.

10. Pempek Palembang

Masih dari Bumi Sriwijaya, pempek menjadi salah satu hidangan khas yang tak pernah absen saat Lebaran di Palembang. Pempek merupakan kuliner khas Palembang yang berbahan dasar ikan dan tepung sagu. Pempek kini umum ditemui di kota-kota di seluruh Indonesia, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran.

Keunikan pempek terletak pada kuah cukonya yang asam, manis, dan pedas sekaligus. Jenis pempek pun beragam, mulai dari pempek kapal selam, lenjer, adaan, hingga kulit, semua memiliki penggemarnya masing-masing. Saat Lebaran, pempek biasanya disajikan sebagai camilan atau hidangan pembuka sebelum menyantap hidangan utama.

Itulah 10 menu makanan Lebaran yang paling sering hadir di meja makan saat Idul Fitri. Semoga bermanfaat dan selamat menyambut Idul Fitri, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads