Wajib Tahu! Ini Bahaya Konsumsi Makanan atau Minuman Manis Berlebihan

Wajib Tahu! Ini Bahaya Konsumsi Makanan atau Minuman Manis Berlebihan

Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Senin, 20 Apr 2026 06:01 WIB
Ilustrasi Makanan Manis
Foto: Ilustrasi makanan manis (shutterstock)
Palembang -

Konsumsi makanan dan minuman manis memang sulit dihindari, apalagi di tengah gaya hidup modern yang serba praktis. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan gula dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Banyak orang tidak menyadari bahwa asupan gula harian mereka sudah melebihi batas yang dianjurkan, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Berikut detikSubagsel rangkum apa saja akibat konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan. Simak yuk!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahaya Konsumsi Gula Berlebihan

Melansir dari Kemenkes, Berikut daftar berbahaya dan penyakit apa saja jika mengkonsumsi manis berlebihan:

1. Meningkatkan Risiko Diabetes

Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara terus-menerus. Ketika hal ini terjadi, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin, yaitu hormon yang berfungsi mengatur kadar gula dalam darah. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, tubuh bisa mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi di mana sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik. Akibatnya, kadar gula darah menjadi sulit dikontrol dan berisiko berkembang menjadi diabetes tipe 2.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan juga dapat mempercepat kerusakan fungsi pankreas. Jika tidak segera dikendalikan, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan saraf, kerusakan ginjal, hingga gangguan penglihatan.

2. Menyebabkan Obesitas

Gula merupakan sumber kalori yang tinggi, namun tidak memberikan rasa kenyang yang cukup bagi tubuh. Hal ini membuat seseorang cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan tanpa menyadari bahwa asupan kalorinya sudah berlebihan. Kelebihan kalori ini kemudian akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak, terutama di area perut.

Dalam jangka panjang, penumpukan lemak ini dapat menyebabkan obesitas. Obesitas tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung. Oleh karena itu, mengontrol konsumsi gula menjadi langkah penting untuk menjaga berat badan tetap ideal.

3. Merusak Kesehatan Gigi

Gula merupakan sumber makanan utama bagi bakteri di dalam mulut. Ketika kita mengkonsumsi makanan manis, bakteri akan memecah gula dan menghasilkan asam. Asam inilah yang dapat merusak lapisan enamel gigi, yaitu lapisan pelindung terluar gigi.

Jika kondisi ini terus berlangsung, enamel akan terkikis dan menyebabkan gigi menjadi berlubang. Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga dapat menyebabkan masalah lain seperti plak, bau mulut, dan infeksi gusi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan gigi dan membatasi konsumsi gula sangat penting untuk kesehatan mulut.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah, yaitu jenis lemak yang berkontribusi terhadap penyakit jantung. Selain itu, gula juga dapat memicu peningkatan tekanan darah serta peradangan dalam tubuh, yang merupakan faktor utama terjadinya penyakit kardiovaskular.

Tidak hanya itu, kelebihan gula juga dapat menyebabkan penumpukan lemak di sekitar organ penting, termasuk jantung. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung maupun stroke. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi gula menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan jantung.

5. Mempercepat Penuaan Kulit

Gula dapat merusak kolagen dan elastin melalui proses yang disebut glikasi. Kolagen dan elastin adalah protein penting yang menjaga kulit tetap kencang, elastis, dan sehat. Ketika gula berlebih dalam tubuh, protein ini akan rusak dan menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya.

Akibatnya, kulit menjadi lebih cepat keriput, kusam, dan tampak lebih tua dari usia sebenarnya. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga dapat memicu peradangan pada kulit yang dapat memperburuk kondisi seperti jerawat dan kulit berminyak.

6. Menyebabkan Ketergantungan

Gula memiliki efek yang dapat memicu pelepasan hormon dopamin di otak, yaitu hormon yang memberikan rasa senang dan puas. Efek ini mirip dengan mekanisme kecanduan, sehingga seseorang akan cenderung ingin terus mengkonsumsi makanan manis.

Semakin sering seseorang mengonsumsi gula, semakin tinggi pula keinginan untuk mengkonsumsinya kembali. Hal ini dapat menciptakan siklus kebiasaan yang sulit dihentikan. Jika tidak dikontrol, ketergantungan ini dapat berdampak buruk pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk peningkatan risiko penyakit kronis.

7. Pemicu Sel Kanker

Setiap sel dalam tubuh membutuhkan glukosa atau gula, sebagai sumber energi yang dialirkan ke setiap bagian tubuh. Namun, apabila berlebihan konsumsi gula dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, dengan kadar yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan sel kanker.

Akibat sel-sel lemak yang melepaskan protein inflamasi atau disebut sebagai adipokin yang dapat merusak DNA sehingga memicu kanker, terutama kanker payudara, usus besar, hingga kanker hati.

Tips Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi konsumsi gula tidak harus dilakukan secara drastis, tetapi bisa dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari. Langkah sederhana ini jika dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan berikut caranya.

1. Batasi konsumsi minuman manis kemasan

Minuman kemasan sering mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Sebaiknya kurangi konsumsi minuman ini dan gantilah dengan air putih atau minuman alami seperti infused water.

2. Perbanyak minum air putih

Air putih membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan dapat mengurangi keinginan mengkonsumsi minuman manis. Terkadang rasa haus sering disalahartikan sebagai rasa lapar atau keinginan makan manis.

3. Biasakan membaca label kandungan gula

Banyak produk makanan mengandung gula tersembunyi dengan berbagai nama seperti sukrosa, glukosa, atau sirup jagung. Dengan membaca label,

Anda dapat lebih bijak dalam memilih produk.

4. Kurangi penggunaan gula dalam kopi atau teh

Mulailah mengurangi takaran gula sedikit demi sedikit hingga terbiasa dengan rasa alami. Anda juga bisa menggantinya dengan pemanis alami seperti madu.

5. Pilih camilan sehat seperti buah

Mengganti camilan manis olahan dengan buah segar dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan sekaligus memberikan nutrisi yang lebih baik bagi tubuh.

Mengonsumsi makanan dan minuman manis memang tidak dilarang, namun perlu dibatasi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan, gula berlebih dapat memicu berbagai penyakit serius seperti diabetes, obesitas, hingga gangguan jantung.

Oleh karena itu, penting untuk beralih ke sumber manis alami yang lebih sehat dan tetap menjaga pola makan seimbang agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari risiko penyakit.

Demikian berbagai bahaya dari mengkonsumsi makanan dan minuman manis yang dapat mengganggu kesehatan tubuh, dan tips untuk mengurangi konsumsi manis berlebihan.

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads