Oliver Khan Sebut Klopp Tak Cocok untuk Tangani Madrid, Ini Alasannya

Sepakbola Internasional

Oliver Khan Sebut Klopp Tak Cocok untuk Tangani Madrid, Ini Alasannya

Okdwitya Karina Sari - detikSumbagsel
Senin, 04 Mei 2026 12:00 WIB
PARIS, FRANCE - JANUARY 4: Jurgen Klopp attends the Ligue 1 McDonalds football match between Paris Saint-Germain FC and Paris FC at Parc des Princes stadium on January 4, 2026 in Paris, France. (Photo by Jean Catuffe/Getty Images)
Juergen Klopp (Foto: Getty Images/Jean Catuffe)
Palembang -

Kiper Legendaris Jerman Olive Khan menilai Juergen Klopp tak cocok untuk menangani Real Madrid. Menurutnya, Klopp dan Madrid punya filosofi yang bertolak-belakang.

Kata dia, Klopp merupakan pelatih yang suka mengembangkan dan membangun, sementara Madrid sebuah klub yang terdiri dari banyak pemain superstar.

Diketahui, Presiden Madrid Florentino Perez dikabarkan sedang mempertimbangkan Klopp dan Jose Mourinho untuk digaet sebagai pelatih baru di musim depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekalipun, sejauh ini Klopp dilaporkan masih betah bekerja di Red Bull sejak meninggalkan Liverpool dua tahun silam.

Sementara itu, tidak bisa dipungkiri bahwa Klopp selalu sukses membuat klub-klub yang dilatihnya kompetitif. Klopp pernah sukses membawa Borussia Dortmund mendobrak hegemoni Bayern Munich, dan memimpin Liverpool meraih titel liga pertama dalam 30 tahun.

ADVERTISEMENT

"Saya tidak tahu apakah saya akan melakukannya seandainya saya adalah Juergen Klopp," kata kiper legendaris Jerman itu mengatakan kepada Sky, yang dikutip Marca. "Juergen itu kan seorang pelatih yang suka mengembangkan, suka membangun."

"Selain itu, dia itu kan bekerja dengan sebuah sistem yang telah ditentukan. Sedangkan Real Madrid itu suatu klub yang benar-benar berbeda. Real Madrid itu sebuah kumpulan individu-individu, kumpulan superstar-superstar yang sepenuhnya menolak untuk tunduk pada konsep apapun yang diterapkan kepada mereka," ujarnya.

"Kita sudah melihatnya dengan Xabi Alonso. Ini adalah tentang apakah, sebagai seorang pelatih, Anda punya rasa hormat, Anda bisa berhubungan dengan para pemain, Anda bisa mengatur bintang-bintang besar itu, dan Anda bisa meyakinkan mereka akan sistem yang ingin Anda terapkan," Kahn menyimpulkan.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads