Sumsel United Terancam Pengurangan Poin karena Tak Penuhi Lisensi, Banding

Sepakbola

Sumsel United Terancam Pengurangan Poin karena Tak Penuhi Lisensi, Banding

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 17 Mei 2026 06:00 WIB
Laga pekan terakhir Sumsel United melawan Persekat Tegal.
Laga pekan terakhir Sumsel United melawan Persekat Tegal. (Foto: Istimewa/Sumsel United)
Palembang -

Sumsel United terancam mendapat pengurangan poin karena dinilai tidak memenuhi lisensi klub. Laskar Juaro pun akan mengajukan banding terhadap keputusan I.League, terkait hasil Club Licensing Cycle 2025/26 pada Rabu (13/5/2026)

Diketahui, lisensi itu dibutuhkan untuk memulai kompetisi Championship musim 2026/27 tanpa sanksi pengurangan poin.

Laskar Juaro optimistis memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan lisensi klub dan memperoleh status Granted sesuai regulasi nasional dari PSSI dan standar yang ditetapkan AFC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama (CSU) Erick Yuniman mengungkapkan pengumuman hasil Club Licensing Cycle 2025/26 belum final dan masih keputusan tingkat pertama.

Karena itu dia memastikan, manajemen Sumsel United akan memanfaatkan fase banding yang diberikan hingga 22 Mei 2026 dan segera menyelesaikan semua persyaratan sesuai yang diperlukan oleh I League.

ADVERTISEMENT

"Dari lima aspek yang dibutuhkan dalam proses Club Licensing Cycle seperti sporting, infrastruktur, administrasi dan personel, legalitas, hingga kondisi finansial klub. Kita hanya tinggal melengkapi surat dari auditor saja. Mudah-mudahan Senin (18/5) nanti semuanya sudah beres," ujar Erick dalam keterangan resmi, Sabtu (16/5/2026).

Erick menyebut, Sumsel United mendukung penuh program Club Licensing Cycle yang dilakukan I.League, sebagai bagian dari komitmen peningkatan profesionalisme dan tata kelola klub sepakbola Indonesia. Hal itu agar sesuai regulasi nasional serta memenuhi standar AFC.

"Program Club Licensing Cycle sangat baik, karena membuat klub dapat terus melakukan pengembangan di berbagai aspek. Serta mendukung peningkatan kualitas kompetisi sepakbola Indonesia yang lebih baik ke depan," katanya.

Sebelumnya, I.League telah mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/26 pada 13 Mei 2026. Hasilnya, untuk kategori lisensi ACL 2, sebanyak 8 klub dinyatakan Granted dan 8 klub lainnya memperoleh status Granted with Sanctions.

Adapun klub yang mendapatkan status Granted adalah PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Borneo FC Samarinda, Persita, Dewa United Banten FC, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Sementara klub dengan status Granted with Sanctions terdiri dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, Arema FC, Semen Padang FC, Madura United FC, Bali United FC, Malut United FC, Persis Solo, dan Persijap Jepara.

Sedangkan pada lisensi Super League, total 25 klub memperoleh status Granted, termasuk 16 klub pemegang lisensi ACL 2 yang secara otomatis juga memenuhi persyaratan lisensi Super League.

Serta 9 klub lainnya yakni PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Adhyaksa FC, Garudayaksa FC, PSPS Pekanbaru, dan PSMS Medan.

Sementara itu, untuk lisensi Championship, FC Bekasi City memperoleh status Granted. Selanjutnya pada lisensi Liga Nusantara, empat klub berhasil mendapatkan status Granted, yakni RANS Nusantara FC, PSGC Ciamis, Dejan FC, dan Persiba Bantul.

Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra menyampaikan, proses club licensing merupakan bagian penting dalam mendorong klub, untuk terus meningkatkan standar profesionalisme dan keberlanjutan pengelolaan klub di Indonesia.

Proses Club Licensing 2025/26 juga diiringi dengan pendampingan dan asistensi kepada klub, agar implementasi standar AFC dapat berjalan lebih baik dari musim sebelumnya.

"Club licensing bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepakbola nasional yang profesional, sehat, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi seluruh klub yang telah mengikuti proses ini dengan baik," ungkapnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads