Pendakian Gunung Kerinci Dibuka Kembali, Pendaki Diimbau Tak Dekati Kawah

Jambi

Pendakian Gunung Kerinci Dibuka Kembali, Pendaki Diimbau Tak Dekati Kawah

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Jumat, 13 Feb 2026 06:01 WIB
Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci, Jambi
Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci, Jambi (Foto: Istimewa/TNKS)
Jambi -

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) membuka kembali aktivitas pendakian Gunung Kerinci. Meski dibuka, pendaki diimbau tak mendekati kawah dan beraktivitas di radius 3 kilometer dari kawah puncak.

Kepala Balai Besar TNKS, Haidir, mengatakan pembukaan jalur pendakian itu dimulai hari ini, Kamis (12/2/20226). Hal itu tertuang dalam surat pemberitahuan dari BBTNKS bernomor: PG.04/T.1/BTK/KSA.04.01/B/02/2026.

"Iya hari ini tanggal 12 (Februari 2026) dibuka," kata Haidir kepada detikSumbagsel, Kamis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Haidir menambahkan, berdasarkan laporan evaluasi Gunung Kerinci oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tanggal 4 Februari, bahwa Gunung Kerinci tetap berada dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada) periode 16-31 Januari 2026. Maka dari itu, wisatawan direkomendasikan tidak mendekati kawah.

"Masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 3 km dari kawah Puncak Gunung Kerinci, karena adanya potensi bahaya gas vulkanik konsentrasi tinggi serta lontaran batuan jika terjadi erupsi tiba- tiba tanpa didahului oleh gejala kenaikan aktivitas yang jelas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski masih level waspada, hasil evaluasi petugas bahwa pendakian bisa dibuka kembali. Pendaki dan penggiat wisata agar mengikuti dan mematuhi SOP serta rekomendasi yang berlaku.

"Memperhatikan laporan perkembangan pemantauan dan pengamatan aktivitas Gunung Kerinci dari Pusat Pengamatan Gunung Api di Kersik Tuo, hasil pelaksanaan kegiatan bersih jalur pendakian Gunung Kerinci serta pertimbangan teknis lainnya maka dapat dipertimbangkan jalur pendakian Gunung Kerinci untuk dibuka kembali," ungkapnya.

Haidir menambahkan bahwa Balai Besar TNKS akan terus melakukan koordinasi dan evaluasi serta mengambil kebijakan lebih lanjut dengan memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Kerinci.

Sebelumnya, pendakian Gunung Kerinci ditutup setelah aktivitas vulkanik meningkat di awal tahun 2026. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menutup sementara aktivitas pendakian gunung tertinggi di Sumatera itu.

Kepala SPTN Wilayah I BBTNKS, David, mengatakan berdasarkan pemantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, pada Minggu (4/1/2026), terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal.

"Dengan hasil pemantauan 101 kejadian gempa vulkanik dangkal, 14 kali gempa vulkanik dalam, 27 kali gempa hembusan, 26 kali gempa frekuensi rendah, 21 kali gempa hybrid, 1 kali gempa tektonik jauh, 21 kali gempa tektonik lokal dan 1 kali gempa terasa dengan intensitas I MMI," kata David dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/1/2026).




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads