Festival Sriwijaya XXXIV Tahun 2026 kembali masuk dalam jajaran 125 daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Event pariwisata nasional itu menjadi yang keenam kalinya secara berturut-turut.
Festival digelar selama 3 hari yakni pada 15-17 Mei 2026, menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, seni tradisional, UMKM, kuliner khas daerah, hingga hiburan rakyat. Festival ini tak hanya menjadi hiburan tahunan masyarakat, tapi juga sarana memperkenalkan sejarah dan budaya Sumsel.
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Nova Arisne mengatakan Festival Sriwijaya yang kembali masuk KEN enam tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa event budaya di Sumsel memiliki kualitas penyelenggaraan, karakter budaya, serta dampak ekonomi yang positif secara nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sumsel patut berbangga karena Festival Sriwijaya sudah enam kali berturut-turut masuk Karisma Event Nusantara. Ini menunjukkan Festival Sriwijaya memiliki kekuatan budaya yang luar biasa dan mampu menjadi daya tarik pariwisata nasional," ujar Nova.
KEN merupakan program unggulan Kemenpar, yang menghimpun event-event terbaik dari seluruh daerah di Indonesia sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata nasional. Mempertahankan KEN disebutnya tidak mudah.
Setiap event harus memenuhi berbagai indikator penilaian, mulai dari kualitas penyelenggaraan, kekuatan budaya lokal, promosi, dampak ekonomi, hingga keterlibatan masyarakat.
"Kekuatan kolaborasi menjadi faktor Festival Sriwijaya terus bertahan dan berkembang setiap tahunnya," katanya.
Nova berharap festival ini terus berkembang dan semakin dikenal luas, tidak hanya di nasional tapi juga internasional. Dengan kekayaan sejarah Kerajaan Sriwijaya, dia optimistis festival tersebut dapat menjadi salah satu ikon budaya unggulan Indonesia sekaligus penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menegaskan Festival Sriwijaya bukan sekadar hiburan tahunan, tetapi juga sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya Sumsel.
Dia mengajak masyarakat menjadikan Festival Sriwijaya sebagai momentum kebangkitan budaya daerah dan memperkuat rasa bangga terhadap warisan sejarah Kerajaan Sriwijaya.
"Kita tahu Sriwijaya adalah kerajaan besar, tetapi kita juga harus memahami bagaimana kejayaan itu dibangun agar masyarakat Sumsel bisa mencontoh semangat dan kemajuan yang pernah dicapai Sriwijaya," ujarnya.
Menurutnya, budaya Sriwijaya harus terus dijaga dan diperkenalkan secara luas agar tidak tergerus perkembangan zaman. Festival ini menjadi salah satu upaya pemda dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mempromosikan kekayaan sejarah Sumsel.
Festival Sriwijaya tahun ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Sumatera Selatan ke-80. Pada kesempatan tersebut turut diserahkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda kepada Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Prabumulih, dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
(csb/csb)