Warga di Aceh Tamiang Tidur di Jalan Usai Banjir, Air Bersih Masih Minim

Duka dari Utara Sumatera

Warga di Aceh Tamiang Tidur di Jalan Usai Banjir, Air Bersih Masih Minim

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 04 Des 2025 16:21 WIB
Sejumlah warga korban banjir berada di dalam tenda pengungsian sementara di atas jembatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025).  Data BPBD Aceh Tamiang menyatakan dari keseluruhan jumlah total korban bencana banjir bandang 225.847 jiwa dari 56.384 kepala keluarga yang mengungsi 215.652 jiwa selebihnya bertahan dirumah masing-masing atau mengungsikan diri ke rumah keluarganya. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.
Banjir Bandang Paksa Warga Bangun Tenda Pengungsian di Atas Jembatan. (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas).
Aceh Tamiang -

Sejumlah warga di Aceh Tamiang, Aceh, masih tidur di jalan raya pasca banjir menerjang pekan lalu. Tenda pengungsian di sana terbatas.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita, mengatakan, warga tidur di jalan disebabkan beberapa alasan salah satunya karena rumah hilang tersapu banjir. Selain itu, ada juga masyarakat yang mobilnya terjebak di jalan sehingga tidak dapat ke mana-mana.

"Kedua mungkin lokasi rumahnya dekat ke jalan tersebut jadi tidak mau jauh dari rumah tempat tinggal mereka. Banyak pertimbangan kenapa mereka memilih tidur di jalan," kata Devi kepada detikSumut, Kamis (4/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ada juga warga yang memilih tinggal di atas jembatan meski di sekitarnya terdapat masjid yang dapat dijadikan lokasi pengungsian. Saat ini, masih banyak warga di Aceh Tamiang yang mengungsi.

ADVERTISEMENT

Warga kesulitan air bersih karena jaringan PDAM bermasalah. Sejumlah warga di sana disebut terpaksa mengkonsumsi air hujan maupun air sungai.

"Jaringan listrik, internet dan air bersih belum berfungsi sama sekali namun ini kita lagi mengusahakan membersihkan jaringan PDAM," jelas Devi.

Devi mengimbau masyarakat pro aktif menjemput bahan makanan ke titik posko. Petugas disebut tidak mungkin mengantarkan bantuan ke rumah-rumah.

Dia menyarankan masyarakat membuat dapur umum sehingga sembako dapat ditempatkan di satu titik. Menurutnya, Pemerintah Aceh Tamiang sedang mengupayakan membuka beberapa jalur yang tertutup lumpur.

"Bantuan alat berat sudah mulai masuk, jalan nasional dibersihkan sehingga distribusi logistik lebih mudah untuk bagikan ke masyarakat," ujarnya.




(agse/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads