Tips Jitu Agar Bayi Tak Rewel saat Traveling, Perjalanan Tetap Nyaman

Tips Jitu Agar Bayi Tak Rewel saat Traveling, Perjalanan Tetap Nyaman

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Rabu, 31 Des 2025 11:31 WIB
Mother and kids tourists sightseeing beautiful Italian town of Campiglia Marittima. Sunny summer day. Italy, Tuscany.
Foto: Istock
Medan -

Membawa bayi saat traveling sering kali dianggap sebagai tantangan besar bagi orang tua. Kekhawatiran akan si kecil yang menangis histeris di pesawat atau kereta sering kali membuat ayah dan bunda ragu untuk bepergian. Padahal, dengan persiapan yang matang, liburan bersama bayi bisa menjadi momen bonding yang tak terlupakan.

Lantas, apa saja rahasianya agar perjalanan tetap tenang dan menyenangkan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Banyak orang tua merasa lelah saat membawa bayi karena beberapa faktor. Pertama adalah perubahan rutinitas. Bayi sangat sensitif terhadap jam tidur dan jam makan. Jika jadwal ini berantakan, bayi akan merasa bingung dan stres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, barang bawaan yang terlalu banyak (overpacking) namun tidak terorganisir. Hal ini membuat orang tua sulit menemukan kebutuhan mendesak seperti popok atau susu, yang akhirnya memicu kepanikan saat bayi mulai tidak nyaman.

Cara perjalanan jauh bersama bayi agar tidak mudah rewel

Agar si kecil tetap tenang selama menempuh perjalanan jauh, kunci utamanya terletak pada manajemen waktu. Sangat disarankan untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan jam biologis atau jam tidur bayi.

ADVERTISEMENT

Misalnya, jika anda bepergian dengan mobil atau pesawat, pilihlah waktu saat bayi biasanya tidur siang atau berangkatlah saat malam hari ketika jam tidur panjangnya dimulai. Dengan begitu, bayi akan menghabiskan sebagian besar waktu perjalanan dalam kondisi terlelap.

Selain soal waktu, kenyamanan fisik juga tidak boleh disepelekan. Pastikan si kecil mengenakan pakaian berbahan katun yang lembut, longgar, dan mudah menyerap keringat agar kulitnya tidak iritasi selama duduk di car seat atau gendongan.

Jangan lupa untuk membawa mainan favorit atau benda "keramat" kesayangannya, seperti boneka kecil, teether, atau selimut yang baunya sudah familier bagi mereka. Aroma rumah pada benda tersebut bisa memberikan rasa aman dan nyaman meski mereka sedang berada di lingkungan baru yang asing.

Mencegah lebih baik daripada menenangkan. Berikut beberapa tips pencegahan yang bisa bunda terapkan:

  • Pastikan perut kenyang, jangan menunggu bayi menangis karena lapar. Berikan asi atau suapan mpasi secara berkala.
  • Perhatikan tekanan udara, jika menggunakan pesawat, susui bayi atau berikan empeng saat take-off dan landing untuk membantu menyeimbangkan tekanan pada telinga mereka.
  • Gunakan white noise atau nyanyikan lagu lembut untuk menenangkan saraf bayi dari kebisingan mesin kendaraan.

Apa yang harus dilakukan jika bayi tiba-tiba rewel di jalan?

Menghadapi bayi yang mendadak menangis kencang di tengah perjalanan memang bisa memicu adrenalin ayah dan bunda. Namun, satu hal yang paling krusial, tetaplah tenang.

Bayi memiliki ikatan emosional yang kuat dengan orang tuanya. Jika bunda panik, si kecil justru akan merasa dunia sedang tidak aman dan tangisannya bisa semakin menjadi.

Jika si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda rewel, jangan terburu-buru stres. Segera lakukan langkah-langkah darurat berikut ini:

  • Lakukan pengecekan kebutuhan dasar (halt), seringkali bayi rewel karena alasan fisik yang sederhana. Cek apakah ia lapar, popoknya penuh, atau ia merasa kepanasan karena pakaian yang terlalu tebal. Suhu kabin mobil atau pesawat yang tidak stabil sering kali membuat bayi merasa gerah dan tidak nyaman.
  • Alihkan perhatian dengan stimulasi baru, jika kebutuhan fisiknya sudah terpenuhi tapi ia masih merengek, mungkin si kecil merasa bosan. Cobalah alihkan perhatiannya dengan menunjukkan pemandangan di luar jendela, memberikan mainan dengan tekstur unik, atau memutar lagu favorit yang biasa ia dengar di rumah. Terkadang, sesuatu yang baru dan berwarna cerah bisa seketika menghentikan tangisnya.
  • Gendong dan berikan dekapan hangat, berada di lingkungan baru yang asing, bising, dan penuh orang tidak dikenal bisa membuat bayi merasa terancam (overstimulated). Tidak ada obat yang lebih ampuh selain dekapan hangat dan ayunan lembut dari orang tuanya. Sentuhan kulit ke kulit atau dekapan yang erat membantu menurunkan detak jantung bayi dan memberinya rasa aman yang ia butuhkan.
  • Cari tempat berhenti sejenak, jika anda bepergian dengan mobil pribadi, jangan ragu untuk menepi di rest area. Terkadang bayi hanya butuh menghirup udara segar atau sekadar keluar dari car seat yang membatasi geraknya selama berjam-jam.

Melakukan traveling membawa bayi memang membutuhkan persiapan dan energi ekstra, namun bukan berarti perjalanan tersebut tidak bisa dinikmati dengan santai. Kunci keberhasilan liburan bersama si kecil terletak pada persiapan yang matang dan fleksibilitas orang tua dalam mengikuti ritme bayi.

Dengan memahami pola kebutuhan si kecil, menjaga kondisi perutnya tetap kenyang, dan yang paling penting tetap menjaga ketenangan pikiran ayah dan bunda segala bentuk "drama" di perjalanan dapat diminimalisir. Ingatlah, tujuan utamanya adalah menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Selamat menikmati petualangan baru bersama buah hati tercinta!

Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di BeritaKlik.com.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads