Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Siswi MTs Negeri 1 Pontianak tewas gantung diri. Motifnya bikin pilu. Ia merasa beraslah karena mengambil uang di sekolah.
Kantor Kemenag Pontianak menyebut siswi yang masih berusia 13 tahun itu mengambil uang di sekolah untuk membelikan sesuatu pada ibunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau boleh saya sampaikan, almarhumah ingin membelikan kado untuk ibunya. Sedih saya mendengarnya," jelas Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) pada Kantor Kemenag Kota Pontianak Aris Sujarwono dilansir detikKalimantan, Kamis (29/1/2026).
Siswi tersebut ditemukan meninggal tergantung di rumahnya, Kamis (22/1/2026) subuh. Sehari setelah ia dipanggil guru karena perbuatannya.
Kronologinya, pada Sabtu (17/1/2026), saat itu ada kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR). Kemudian salah seorang peserta ekskul mengaku kehilangan uang sebesar Rp 200 ribu. Pada Selasa (20/1/2026), siswi tersebut terekam CCTV diduga mengambil uang tersebut.
"Almarhumah pada saat waktu kosong tersebut, saya tidak mengatakan ini sebagai kesalahan, mungkin niatnya meminjam uang tanpa sempat memberitahu," jelas Aris.
Wali kelas pun menanyakan langsung ke siswi tersebut. Ia mengaku karena ada keperluan.
"Wali kelasnya, Pak Daeng Bustami bertanya ke almarhumah. Kenapa melakukan ini. Katanya ada keperluan sesuatu. Pada akhirnya, korban menyampaikan bahwa uang tersebut ada di rumah. Setelah itu, wali kelas menyampaikan bahwa kebutuhan tersebut akan dibantu," cerita Aris.
Permasalahan dianggap selesai usai mendapat keterangan korban. Setelah itu korban juga sempat bermain kembali dengan teman-temannya.
"Tidak ada kata-kata kasar atau tekanan, hanya bahasa sehari-hari anak-anak Gen Z di Pontianak. Seperti: ngape kau ambek, kan bise kau cicil pakai duit jajan. Terus, tidak ada bahasa: kau curi keh? Begitulah kira-kira," beber Aris.
Lalu pada Rabu (21/6/2026) malam, korban menceritakan kejadian di sekolah pada ibunya. Menurut sang ibu, korban merasa malu dan tidak mau ke sekolah besok harinya.
"Pada malam hari, almarhumah mengakhiri hidupnya," jelas Aris.
Korban pertama kali ditemukan tergantung oleh abangnya, R, Kamis (22/1/2026) pukul 03.00 WIB dini hari. Korban juga menulis surat.
Dalam surat yang ditulis di selembar kertas itu, korban berterima kasih kepada orang tuanya, meminta maaf, dan menyatakan tidak menyalahkan siapa pun, serta berharap kejadian ini tidak dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Ma, maaf ye udah bikin mama kecewa, kite takut ma besok kesekolah karne name udah jelek. Kemarin dipanggil guru same kakak kelas. Makenye takut dan malu mau datang ke sekolah lagi. Kite tahu cara nyelesain masalah ini salah besar. Gak kuat ngadepinnya. Makasih ya ma karne udah jadi ibu yang baik. Makasih udah dengerin cerita ini tanpa emosi, mama gak perlu sedih karena ini dak perlu disedihkan. Kite cukan minta keluarga ini tetap bahagia ye. Tolong permasalahan ini jangan diramaikan, kite cuma pengen dikuburkan dengan layak. Jangan sampai melibatkan polisi," tulisnya.
(nkm/nkm)