Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meresmikan 402 unit hunian sementara (Huntara) bagi korban longsor-banjir bandang di Sumut. Pemprov Sumut sendiri menargetkan lokasi pengungsian kosong sebelum lebaran tahun ini.
402 unit Huntara itu tersebar di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sebanyak 250 unit, Kabupaten Tapanuli Utara 40 unit, dan 112 unit. Peresmian itu dilakukan secara simbolik di lokasi Huntara Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel.
Tito mengatakan bantuan perbaikan rumah rusak ringan, sedang, dan berat dengan besaran mulai dari Rp 15 juta, Rp 30 juta hingga Rp 60 juta per rumah. Sementara bagi penduduk yang kehilangan rumah (hanyut), pemerintah akan membangunkan hunian tetap melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk perorangan, atau Kementerian PKP untuk perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta pemerintah daerah (kabupaten/kota) untuk mendata dengan jelas (validasi) siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan (spesifikasi). Jadi harus jelas, karena ini uang negara," kata Tito Karnavian dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Selain meresmikan Huntara, Mendagri juga menyerahkan secara simbolis bantuan dana tunggu hunian (DTH) bagi warga terdampak bencana. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang memilih tinggal di rumah kontrakan, dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, ditambah uang lauk pauk sebesar Rp15 ribu per hari per orang.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan bahwa Pemprov Sumut memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga terdampak bencana. Bahkan sejak akhir November 2025, dirinya telah beberapa kali mengunjungi sejumlah titik lokasi pengungsian dan menjadikan upaya penanganan pascabencana sebagai prioritas.
"Kita mempersiapkan dananya untuk mendukung program pemerintah pusat dalam penanganan pascabencana, seperti pembangunan hunian tetap. Jika belum ada lahannya, kami Pemerintah Provinsi akan menyiapkannya dengan anggaran provinsi," sebut Bobby Nasution.
Selain itu, Bobby mengungkapkan bahwa Pemprov Sumut menargetkan pengosongan seluruh posko pengungsian dan memindahkan masyarakat terdampak ke hunian yang lebih nyaman dan layak sembari menunggu proses pembangunan Huntap, selambatnya pada pekan ketiga Februari.
"Kami juga sepekan lalu, sudah sepakat untuk seluruh posko pengungsian, tidak ada lagi pengungsi, sebelum puasa atau selambatnya sebelum Hari Raya Idulfitri. Bahkan kalau perlu kita bisa mencari hotel yang bisa disewa per bulan, untuk menampung bila masih ada warga di pengungsian. Paling tidak mereka bisa menjalankan ibadah puasa dalam kondisi lebih baik," ungkapnya.
(niz/nkm)