Kementerian PU Tangani Sungai-Gua Cegah Longsor Lubang Raksasa di Aceh Meluas

Aceh

Kementerian PU Tangani Sungai-Gua Cegah Longsor Lubang Raksasa di Aceh Meluas

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 06 Feb 2026 16:19 WIB
Foto udara kondisi perkebunan milik warga yang amblas di jalan lintas Kecamatan Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, Jumat (30/1/2026). 
Fenomena tanah amblas yang terjadi sejak beberapa tahun lalu meluas dua bulan terakhir dan menyebabkan jalan lintas Kabupaten Aceh Tengah-Kabupaten Bener Meriah terputus. ANTARA FOTO/Abiyyu/Lmo/rwa.
Penampakan Tanah Amblas Putus Jalan Aceh Tengah-Bener Meriah. (Foto: ANTARA FOTO/Abiyyu).
Aceh Tengah -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan sejumlah pekerjaan untuk mencegah longsoran lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah meluas. Longsoran di sana terus terjadi dan saat ini mengarah ke sungai.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan longsoran tidak hanya dilakukan di lubang raksasa tapi juga aliran sungai dan gua yang terletak tak jauh dari lokasi. Tim saat ini disebut sedang menangani aliran sungai Peusangan agar tidak lagi mengarah ke lubang.

"Sungai Peusangan kita tangani supaya dia nggak datang ke sini karena terindikasi dari tim studi bersama antara Kementerian PU dan Universitas Syiah Kuala teridentifikasi kalau ada sisipan air sungai itu lari ke sini," kata Dody kepada wartawan usai meninjau lokasi lubang raksasa, Jumat (6/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, gua yang terletak di dekat jalan alternatif juga perlu dilakukan penanganan karena kondisi basah. Hal itu menandakan ada aliran air yang berpotensi memperparah longsoran.

ADVERTISEMENT

"Itu kita akan tutup. Di dekat sungai kita akan bikin tutupan. Di antara gua dan kemudian jalan alternatif kita akan bikin grouting supaya air tidak masuk ke situ dan tidak lari ke sini," jelasnya.

Pekerjaan itu disebut bakal segera dilakukan untuk mencegah longsoran meluas ke perkebunan cabai milik warga. Saat ini, longsor telah memutuskan jalan antar kabupaten yang menghubungkan Blang Mancung, Aceh Tengah dengan Simpang Balik, Bener Meriah.

Dia berharap langkah penanganan yang dilakukan dapat mencegah longsoran meluas. Dody meminta bawahannya bekerja cepat menangani peristiwa itu.

"Dengan ada beberapa hal yang kita kerjakan harapannya memang ini tidak akan melebar lagi. Makanya saya suruh kerja cepat supaya ini tidak lebih melebar lagi," ujar Dody.

Diketahui, longsoran di sana masih terus terjadi diikuti suara gemuruh. Ketika Dody berada di lokasi, longsoran terjadi tiga kali.

Pantauan detikSumut, rombongan Dody tiba di lokasi didampingi Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan dan sejumlah pejabat terkait. Ketika Dody tengah mendengar arahan petugas tentang keselamatan saat berada di lokasi, suara gemuruh terdengar dari arah lubang.

Longsoran terjadi sehingga ada bagian jalan yang jatuh ke dalam lubang. Dody kemudian mendekat ke lokasi yang sudah dipasang garis pembatas tanda bahaya.

Dody mendengar penjelasan bawahannya tentang awal mula terbentuk lobang hingga langkah penanganan yang akan dilakukan. Di tengah penjelasan itu, kembali terdengar suara gemuruh diikuti longsoran.

Longsoran itu terasa seperti gempa. Rombongan dan sejumlah orang yang berada di lokasi sempat panik dan berusaha menjauh. Dody tampak tetap tenang dan meminta semua orang tidak panik.

"Tadi pas kita ke sana kan ada terasa gempa ya, berarti area di situ kan tidak 100% secure gitu kan. Di bawah itu masih ada pergerakan air," ungkapnya.




(agse/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads