Tekanan Donald Trump dan Netanyahu Agar Iran Kurangi Ekspor Minyak ke China

Tekanan Donald Trump dan Netanyahu Agar Iran Kurangi Ekspor Minyak ke China

Ilyas Fadilah - detikSumut
Selasa, 17 Feb 2026 07:29 WIB
IN FLIGHT - FEBRUARY 06: U.S. President Donald Trump gaggles with reporters while aboard Air Force One on February 6, 2026 en route to Palm Beach, Florida. The President is spending the weekend at Mar-a-Lago, his private club.   Samuel Corum/Getty Images/AFP (Photo by Samuel Corum / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Foto: Getty Images via AFP/SAMUEL CORUM
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalin kesepakatan dengan Iran di Gedung Putih, Amerika Serikat. Kesepakatan itu terkait batasan ekspor minyak Iran ke China.

"Kami sepakat akan menerapkan tekanan terhadap Iran, misalnya terkait penjualan minyak Iran ke China," tulis Axios pada Sabtu yang mengutip salah satu pejabat senior Amerika Serikat, dilansir detikFinance dari Reuters, Senin (16/2/2025).

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Luar Negeri China pada Minggu mengatakan bahwa kerja sama normal antarnegara yang dilakukan dalam kerangka hukum internasional adalah wajar dan sah, serta harus dihormati dan dilindungi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China menyerap lebih dari 80% ekspor minyak Iran. Jika perdagangan itu berkurang, pendapatan minyak Iran akan ikut turun.

Pekan lalu, diplomat Amerika Serikat dan Iran menggelar pembicaraan mengenai program nuklir Iran melalui mediator Oman, dalam upaya menghidupkan kembali jalur diplomasi.

ADVERTISEMENT

Hal ini terjadi setelah Presiden AS memposisikan armada kapal perang di kawasan tersebut, sementara militer Amerika bersiap menghadapi kemungkinan operasi terhadap Iran yang bisa berlangsung berminggu-minggu.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads