Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun hunian sementara (huntara) untuk sebanyak 245 KK korban bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Pembangunan ini ditargetkan rampung sepekan setelah Ramadan.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis (PPS) Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kurniawan mengatakan untuk di Sumut, huntara yang dikerjakan oleh Kementerian PU hanya di Tapsel. Di lokasi itu, ada 21 blok huntara yang dibangun. Huntara itu akan menampung sekitar 245 KK.
"Yang sekarang dibangun itu totalnya 21 blok. Itu 21 blok itu ada untuk menampung 245 KK," kata Kurniawan saat diwawancarai usai mendampingi Menteri PU di Tapsel, Senin (16/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurniawan mengatakan sejauh ini progres pembangunan huntara itu mencapai 70 persen. Pihaknya menargetkan huntara ini rampung sepekan setelah bulan Ramadan.
Dia menyampaikan bahwa huntara itu awalnya direncanakan rampung di awal Ramadan. Namun, ada beberapa kendala yang dialami petugas di lapangan, termasuk kendala cuaca dan keterbatasan material. Meski begitu, pihaknya optimis pengerjaan huntara itu bisa segera diselesaikan.
"Ini kami targetin di Minggu pertama puasa sudah siap," jelasnya.
Kurniawan mengatakan di huntara ini juga disiapkan beberapa fasilitas, seperti musala, gedung serbaguna, lapangan olahraga ruang permainan anak, WC dan dapur umum. Selain itu, di dalam kamar juga telah disediakan sejumlah perabot, seperti tempat tidur, lemari, dan kipas. Dia memastikan huntara ini sangat nyaman bagi para korban banjir.
"Di dalam kamarnya kita udah lengkapin sama mebelernya. Itu ada dua tempat tidur, ada lemari, kemudian ada kipas angin. Kemudian, di satu blok itu juga ada kamar mandi, WC, dapur umum. Nyaman banget, secara ketahanan itu harusnya sekitar 20 tahun sampai 30 tahun kuat materialnya," pungkasnya.
(fnr/afb)
