Lubang Raksasa di Aceh Tengah Sentuh Jalur Alternatif, Jalan Ditutup

Aceh

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Sentuh Jalur Alternatif, Jalan Ditutup

Agus Setyadi - detikSumut
Jumat, 20 Feb 2026 22:23 WIB
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Sentuh Jalur Alternatif
Foto: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Sentuh Jalur Alternatif (Tangkapan Layar Media Sosial)
Aceh Tengah -

Lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah semakin meluas. Terbaru, longsoran sudah menyentuh jalan alternatif sebulan pasca jalan utama putus.

Berdasarkan video diunggah di akun Instagram Diskominfo Aceh Tengah, Jumat (20/2/2026) sore, sebagian jalan alternatif saat ini sudah jatuh ke dalam lubang raksasa. Jalan di antara perkebunan warga itu belum putus namun sudah ditutup total untuk akses warga.

Di jalan sekitar lubang di taruh kayu agar warga tidak melewatinya. Kondisi jalan alternatif itu disebut berbahaya untuk dilewati karena bisa tiba-tiba longsor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diinformasikan kepada warga bahwa jalan alternatif Pondok Balik menuju ke Simpang Balik ditutup karena lubang telah mengenai jalan alternatif," tulis akun Instagram kominfo Aceh Tengah.

Lubang tersebut menyentuh jalan alternatif hampir sebulan setelah jalan utama putus total, Senin (26/1). Lubang mengarah ke persimpangan masuk jalan alternatif dan telah memutuskan ratusan meter jalan utama.

ADVERTISEMENT

Jalan alternatif menjadi penghubung antara Simpang Balik di Bener Meriah dengan Blang Mancung di Aceh Tengah. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengimbau warga menggunakan jalan alternatif lain.

"Pemkab mengimbau warga menggunakan jalan alternatif lain untuk transportasi antar wilayah," kata Kadiskominfo Aceh Tengah Mustafa Kamal.

Sebelumnya, lubang raksasa muncul di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah usai terjadi longsor dan sudah memutuskan jalan utama. Lubang itu diperkirakan mulai terbentuk sejak tahun 2000an.

"Tidak ada literasi pasti yang menjelaskan awal mula terbentuknya lubang. Beberapa sumber menjelaskan bahwa lubang kecil sudah mulai terbentuk sejak awal tahun 2000-an. Dimana pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap sejak tahun 2004," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika saat dimintai konfirmasi detikSumut, Kamis (15/1).

Berdasarkan laporan masyarakat, katanya, longsoran yang terjadi di lubang itu meluas sehingga memutuskan akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik pada tahun 2006. Sejak beberapa tahun lalu, Dinas ESDM Aceh telah melakukan penelitian sehingga diketahui pergerakan tanah terus meningkat secara bertahap setiap tahun.

Menurutnya, data terbaru Dinas ESDM Aceh, luasan longsoran di lokasi telah mencapai 27.000 meter dan semakin dekat ke jalan lintas. Tim geologi dan survei geofisika ESDM Aceh juga disebut pernah melakukan kolaborasi kajian longsoran tanah tersebut bersama BPBD Aceh Tengah pada tahun 2022.

Hasil kajian yang dilakukan disebutkan longsoran tanah di Kampung Bah berada pada lapisan tanah permukaan dengan zona jenuh air dan didominasi material vulkanik yang mudah mengantarkan air. Pergerakan tanah di lokasi tersebut sangat aktif dan berkelanjutan.

"Wilayah longsoran tanah di Kampung Bah tersebut dikategorikan sebagai zona tinggi rawan pergerakan tanah, sehingga memerlukan penanganan struktural dan non struktural segera dan berkelanjutan," jelas Andalika.




(agse/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads