Apakah Orang Berdosa Bisa Masuk Surga jika Dapat Malam Lailatul Qadar?

Cahaya Ramadan

Apakah Orang Berdosa Bisa Masuk Surga jika Dapat Malam Lailatul Qadar?

Nizar Aldi - detikSumut
Minggu, 01 Mar 2026 11:59 WIB
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution
Foto: Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution (Dok. Alfath Ishari/detikSumut)
Medan -

Malam Lailatul Qadar disebut lebih baik dari seribu bulan. Lantas apakah seseorang yang berdosa semasa hidupnya bisa masuk surga jika mendapat malam Lailatul Qadar?

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution mengatakan soal Lailatul Qadar disampaikan Allah melalui Surah Al-Qadr. Kemudian ia menegaskan jika Allah mempunyai kuasa apapun yang diinginkan-Nya.

"Bahwa Allah punya kuasa menetukan apapun yang Allah mau, itu satu. Maka kalau untuk wilayah ini nggak usah kita diskusikan karena memang absolutismenya Allah yang punya, kira-kira bahasa Medan nya itu 'suka-suka hati Allah'," kata Prof Muhammad Syukri Albani Nasution dalam Program Kultum Ramadan, Minggu (1/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lailatul Qadar dinilai kabar bahagia bagi orang yang resah karena dosa-dosanya selama ini. Sehingga Lailatul Qadar disebut sebagai optimisme bagi seseorang yang terlanjur banyak dosa.

"Tapi karena Allah sudah kasih tahu, ini adalah berita bahagia bagi kita yang khawatir dosa-dosa kita merusak diri kita. Kenapa Allah berikan Lailatul Qadar sebagai salah satu hadiah di bulan Ramadan? Jawabannya sebagai optimisme bagi kita yang terlanjur banyak dosa, supaya kita ini nggak ngomongnya 'aduh saya ini ahli neraka ya yoweslah' gitu, maka lailatul kadar ini kita cari sebagai jalan lain atau jalan tengah," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Lantas apakah seseorang yang mendapat malam Lailatul Qadar membuat dosa-dosa sebelumnya terhapus? Prof Syukri Albani menyebutkan jika itu tidak dapat menghapus dosa seseorang, namun antara dosa dan pahala bakal hisab kelak.

"Saya jawab kalau bicara dosa, itu kan (lailatul kadar) pahalanya seribu bulan, dosanya akan dibandingkan dengan pahalanya, kira-kira gitu, jadi bukan karena dia dapat kebaikan seribu bulan maka otomatis dosanya habis. Dosanya itu misalnya berapa, pahalanya berapa, maka itulah nanti dihitung kalau memang bicara logika matematika nya," sebutnya.

Meskipun demikian, ada satu dosa yang tidak akan dimaafkan Allah SWT, yaitu sirik. Sehingga Prof Syukri Albani mengajak detikers untuk menghindari dosa sirik.

"Tapi ingat, satu hal yang perlu kita pastikan bahwa dosa yang nggak diampuni itu adalah sirik, jadi itu juga tidak berbentur kepada Lailatul Qadar itu. Maka saya mengajak kita untuk menghindari dosa sirik, karena dosa sirik itu memang tidak diampuni oleh Allah SWT," tuturnya.




(niz/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads