Momentum Ramadan 1447 H menjadi sejarah baru bagi pekerja sektor informal digital di Pekanbaru. Ya, Wali Kota Agung Nugroho menggelar Sahur On The Road bersama lebih dari 2.000 driver ojek online (ojol) dalam sebuah kegiatan kolaboratif yang pertama dilakukan kepala daerah di Indonesia.
Kegiatan bersama ribuan driver dipusatkan di kawasan Purna MTQ Pekanbaru, Minggu dini hari tadi bukan sekadar makan sahur bersama. Agung turun langsung bersama Wakil Wali Kota Markarius dan kepala dinas untuk berdialog, menyerap aspirasi, hingga melakukan konvoi menuju Masjid Agung untuk salat subuh berjamaah bersama para driver.
Menariknya, kegiatan ini juga diikuti driver non-muslim sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan lintas iman dan profesi. Semua berbaur menjadi satu dalam forum diskusi yang dihadiri ojol dari berbagai aplikator.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Respon Cepat Masukan di Media Sosial
Agung menikai kegiatan ini bermula dari komentar seorang driver ojol di media sosial. Driver saat itu meminta agar Wali Kota mengajak mereka berkumpul dan berdialog.
"Saya itu sebenarnya selalu rutin membuka dan membaca masukan warga dari media sosoal. Ini adalah Respons cepat tersebut dan kemudian diwujudkan dalam kegiatan akbar yang dihadiri ribuan driver dari berbagai platform," kata Agung Nugroho di lokasi, Minggu (1/3/2026).
Perwakilan driver menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Pekanbaru,. Terutama terkait perbaikan infrastruktur jalan yang berdampak langsung pada kenyamanan dan efisiensi kerja para ojol.
Para ojol menilai perbaikan jalan sangatlah dibutuhkan. Sebab, ini berdampak langsung pada keselamatan dan kenyamanan dalam perjalanan.
"Banyak masukkan tadi disampaikan oleh teman-teman driver. Tentu kita mendengar semua untuk kita jadikan evaluasi menuju Pekanbaru yang lebih baik," kata Agung.
Foto: Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho keliling bersama ribuan ojol (Dok. Pemkot Pekanbaru) |
Dukungan Nyata-Inklusif untuk Pejuang Jalanan
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Baznas menyalurkan THR sebesar Rp200 ribu kepada driver ojol muslim yang hadir.
Sementara sebagai bentuk penghormatan atas kebersamaan lintas iman, bantuan kepada driver non-muslim diberikan langsung secara pribadi oleh Wali Kota Agung Nugroho dengan nilai yang setara. Sehingga seluruh peserta mendapatkan perhatian yang sama tanpa membedakan latar belakang agama.
Tak hanya itu saja, ada juga lima unit motor baru dibagikan kepada driver yang beruntung. Termasuk pemberian bibit dan helm lewat kolaborasi bersama Polresta Pekanbaru berikut sepeda motor bantuan dari Bank Riau Kepri Syariah.
Sementara untuk mendukung kinerja driver di lapangan, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menyiapkan 1.000 titik jaringan internet gratis. Termasuk di bascamp ojol.
Wali Kota menegaskan bahwa Pekanbaru bukan hanya milik mereka yang bekerja di kantor, tetapi juga milik para 'pejuang jalanan'. Mengingat mereka menggerakkan roda perekonomian setiap hari.
"Pekanbaru ini milik kita semua. Kota ini berdiri karena kerja keras seluruh warganya, termasuk para driver ojol yang bekerja siang malam melayani masyarakat," ujar Agung.
Secara nasional, pekerja berbasis aplikasi menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi digital Indonesia. Langkah Pekanbaru dinilai sebagai model kepemimpinan daerah yang responsif, inklusif, dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan konvoi menuju Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau dan salat Subuh berjamaah, memperkuat pesan kebersamaan, gotong royong, dan nilai spiritual dalam kepemimpinan.
(ras/afb)

