Viral Pemuda Asal Binjai Ngaku Ditahan Pemerintah Kamboja, Minta Dipulangkan

Viral Pemuda Asal Binjai Ngaku Ditahan Pemerintah Kamboja, Minta Dipulangkan

Finta Rahyuni - detikSumut
Minggu, 01 Mar 2026 20:31 WIB
Ahmad Doli saat menemui ibu Bardiah di Kota Binjai. (Foto: dok. pribadi Doli)
Ahmad Doli saat menemui ibu Bardiah di Kota Binjai. (Foto: dok. pribadi Doli)
Binjai -

Satu video yang menarasikan seorang pemuda asal Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut) mengaku ditahan oleh Pemerintah Kamboja, viral di media sosial. Pemuda tersebut berharap bantuan pemerintah Indonesia agar dapat segera dipulangkan.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, Minggu (1/3/2026), terlihat ada beberapa orang yang tengah duduk sambil mengarah ke kamera. Salah seorang di antaranya berbicara dan menyatakan bahwa mereka adalah warga Indonesia.

Pemuda tersebut mengaku bahwa dia dan teman-temannya kini ditahan di Imigrasi Kamboja di Phnom Penh, usai aparat keamanan menangkap mereka saat operasi scam pada Januari 2026. Mereka pun meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto agar segera dipulangkan ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ardiansyah Putra, warga Jalan T Umar Kota Binjai memohon kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk melepaskan dirinya dan WNI lainnya yang saat ini ditahan di Phnom Penh Kamboja," demikian narasi unggahan itu.

ADVERTISEMENT

Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengaku sudah menerima informasi video viral itu. Doli menyebut dirinya juga telah mengunjungi ibu Ardiansyah bernama Bardiah di Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.

"Saya mendengar berita itu langsung dari kawan-kawan media di Binjai, karena yang bersangkutan adalah warga di Dapil saya, tentu saya tidak bisa membiarkan masalah itu begitu saja. Minimal kita tahu persis duduk persoalannya secara langsung, sehingga kita bisa cari solusinya," kata Doli.

Doli menyebut kedatangannya ke rumah ibu Bardiah adalah untuk mengetahui lebih lanjut soal video viral itu. Dari hasil informasi yang diterimanya, Ardiansyah berangkat ke Kamboja secara ilegal dengan visa wisata pada tahun 2024 lalu. Di Kamboja, Ardiansyah bekerja di perusahaan yang juga ilegal.

"Sudah dipastikan bahwa memang saudara Ardiansyah ini pergi ke Kamboja secara ilegal, hanya dengan visa wisata 2024 dan bekerja juga di tempat illegal. Ini kejadian yang kedua kali, namun yang pertama yang bersangkutan tidak mau pulang ke Indonesia," sebutnya.

Meski begitu, Wakil Ketua Baleg DPR RI itu mengatakan negara tetap harus hadir untuk menyelesaikan masalah ini. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari KBRI Phnom Phen, lebih kurang ada sekitar 5.000 WNI yang berangkat secara ilegal, sedang diurus kepulangannya ke Indonesia.

"Bagaimanapun ceritanya, sebesar apapun kesalahannya, yang jelas ada warga kita di negara lain yang terlibat masalah. Tentu kita tidak bisa lepas tanggung jawab. Pemerintah suka atau tidak suka harus mengurus mereka," sebut Doli.

Doli mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan rekan-rekannya di Komisi I DPR RI dan Duta Besar RI di Phnom Phen, terkait permasalahan Ardiansyah ini. Dia juga mengaku siap membantu pemulangan Ardiansyah ke Indonesia.

"Kehadiran saya di sini juga sekaligus ingin menjelaskan bahwa pemerintah selalu bertanggung jawab dan mengurusi WNI yang bermasalah di luar negeri. Saya juga minta kepada Pak Dubes untuk memberikan atensi khusus kepulangan Ardiansyah. Penjelasan ini penting agar berita yang sedang viral ini tidak berkembang kemana-mana," ujarnya.

"Kemudian, saya meminta kepada Ibu Bardiah agar meminta Ardiansyah untuk tidak menolak pulang lagi, bila semua dokumen deportasinya selesai. Bila ada kendala tiket, InsyaAllah saya bisa ikut bantu. Nanti sesudah pulang, kalau mau kembali bekerja lagi ke luar negeri, harus sesuai prosedur," sambung Doli.




(fnr/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads