Observatorium Ilmu Falaq (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) menggelar pengamatan dan salat gerhana pada peristiwa gerhana bulan yang jatuh pada 14 Ramadan/3 Maret 2026.
Peneliti OIF UMSU, Hariadi mengatakan, dalam peristiwa gerhana bulan kali ini, pihaknya menggunakan tiga teleskop yang digunakan untuk pengamatan.
"Observasi gerhananya menggunakan 3 buah teleskop. Di lapangan kita ada 1 buah teleskop namanya teleskop restair 152 lalu nanti ada juga di rumah teleskop itu ada yang kecil itu zenestar optic, satu lagi yang besar restair 152 juga," ujar Hariadi saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Hariadi, pengamatan gerhana bulan ini juga dilakukan disiarkan secara langsung.
"Kita juga ada kegiatan mahasiswa himpunan Ilmu Falaq OIF UMSU. Jadi sebelumnya kita ada diskusi tentang gerhana juga tentang keagamaannya juga. Kita juga bekerja sama dengan universitas di Jawa ada UIN Walosongo, UIN Mataram, dari timur sampai ke Barat ada 15 instansi. Kita juga live di Instagram bersama jaringan Muhammadiyah Observatorium Network," tambahnya.
Hariadi menjelaskan, gerhana bulan di Kota Medan dapat dilihat sejak pukul 18.33 WIB dan akan berlangsung selama satu jam.
"Gerhana bulan terjadi ketika bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus yang dalam hal ini pada hari ini tanggal 3 Maret. Matahari kita ada di sebelah barat, bumi di tengah-tengah, dan bulan ada di sebelah timur. Untuk kali ini di wilayah barat bisa dilihat sekitar satu jam," tutupnya.
(nkm/nkm)