Donald Trump soal Serangan AS-Israel ke Iran: Kita Sangat Kuat Sekarang

Internasional

Donald Trump soal Serangan AS-Israel ke Iran: Kita Sangat Kuat Sekarang

Rolando Fransiscus Sihombing - detikSumut
Kamis, 05 Mar 2026 13:16 WIB
Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Kongres AS pada Selasa (24/2) waktu setempat (AP Photo/Matt Rourke)
Foto: AP Photo/Matt Rourke
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut agresi militer yang dilakukan negara yang dipimpinnya bersama Israel ke Iran akan terus berjalan. Menurutnya, AS dan Israel sebagai negara yang kuat dan diyakininya akan bisa terus melawan Iran.

Mulanya Trump menyebut calon pengganti pemimpin tertinggi Iran yang terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei, "berakhir mati" dan bahwa persenjataan rudal balistik Teheran sedang "dimusnahkan dengan cepat."

"Kita baik-baik saja di medan perang, singkatnya. Seseorang bertanya pada skala 10, di mana Anda akan menilainya? Saya katakan sekitar 15," kata Trump kepada para petinggi teknologi di Gedung Putih dilansir AFP, Kamis (5/3/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita berada dalam posisi yang sangat kuat sekarang, dan kepemimpinan mereka dengan cepat lenyap. Setiap orang yang tampaknya ingin menjadi pemimpin, mereka akhirnya mati," lanjut dia.

ADVERTISEMENT

Berbicara pada hari kelima perang, Trump mengulangi pembenarannya untuk menyerang Iran, mengatakan Teheran sedang dalam perjalanan untuk memperoleh senjata nuklir.

"Ketika orang gila memiliki senjata nuklir, hal-hal buruk terjadi," tambah Trump.

Iran diketahui akan menggelar prosesi pemakaman kenegaraan selama tiga hari untuk mendiang Khamenei yang wafat akibat serangan AS dan Israel. Prosesi pemakaman kenegaraan ini akan dimulai pada Rabu (4/3) malam waktu setempat.

Dewan Koordinasi Pembangunan Islam Iran, seperti dilansir AFP, Rabu (4/3), mengumumkan bahwa warga mendapat kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei di Masjid Agung Imam Khomenei di Teheran.

"Mulai pukul 22.00 waktu setempat, umat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah pemimpin bangsa yang martir tersebut, dengan mengunjungi Masjid Agung Imam Khomeini," demikian pernyataan Dewan Koordinasi Pembangunan Islam, seperti dikutip kantor berita IRNA.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads