Pemudik Padati Stasiun Medan Jelang Lebaran, Pilih KA karena Lebih Murah

Pemudik Padati Stasiun Medan Jelang Lebaran, Pilih KA karena Lebih Murah

Laila Syakira - detikSumut
Selasa, 17 Mar 2026 15:39 WIB
Penumpang memenuhi kereta api di Stasiun Medan saat mudik lebaran
Foto: Penumpang memenuhi kereta api di Stasiun Medan saat mudik lebaran (Dok. Layla/detikSumut)
Medan -

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, arus mudik terlihat di Stasiun Medan. Meski Lebaran sisa beberapa waktu lagi, stasiun masih dipadati pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman.

Pantauan detikSumut di lokasi, para pemudik datang dengan berbagai tujuan. Ada yang bepergian sendiri, bersama keluarga, hingga rombongan kecil. Rata-rata terlihat membawa koper, tas berukuran besar serta oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Kereta api pun masih menjadi pilihan favorit karena dinilai lebih nyaman dan terjangkau dibanding moda transportasi lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pemudik, Manda, warga Belawan, memilih mudik ke Tanjung Balai bersama keluarganya menggunakan kereta api. Ia mengaku sudah mempertimbangkan berbagai pilihan transportasi sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada KA.

"Kalau alternatif lain ada, bisa naik bus. Memang lebih cepat sekitar satu jam karena lewat tol. Tapi kalau dibanding harga, lebih murah kereta api. Lebih nyaman juga," ujar Manda, Selasa (17/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia juga membandingkan secara langsung biaya perjalanan antara bus dan kereta api, sekaligus menceritakan persiapan yang telah dilakukan jauh hari.

"Kalau naik bus sekitar Rp 50 ribu, kalau kereta api cuma Rp 27 ribu. Kami juga sudah mulai pesan tiket dari sekitar seminggu puasa, karena memang cepat habis apalagi mau Lebaran," tambahnya.

Menurutnya, kenyamanan selama perjalanan menjadi alasan utama, terutama saat bepergian bersama keluarga.

Hal serupa juga dirasakan Marsya, seorang mahasiswa yang mudik ke Binjai usai libur dari kegiatan magangnya di Sei Mangkei, Simalungun. Meski harus dua kali naik kereta untuk sampai ke tujuan, ia tetap memilih moda ini.

"Walaupun harus dua kali naik kereta api dari Simalungun ke Binjai, tetap nyaman. Apalagi di dalam sejuk, nggak panas," kata Marsya.

Marsya juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mempersiapkan perjalanan sejak jauh hari, mengingat tingginya minat masyarakat menggunakan kereta saat musim mudik.

"Kami sudah pesan tiket dari jauh-jauh hari, karena cepat habis. Apalagi ini kan lagi musim mudik Idul Fitri," tambahnya.

Marsya mengaku cukup sering menggunakan kereta api untuk mobilitas sehari-hari, khususnya rute Binjai-Medan ataupun sebaliknya karena dinilai ekonomis.

"Sering naik kereta api, apalagi Binjai-Medan. Karena murah," ujarnya.

Sementara itu, pengalaman berbeda dirasakan Lili, teman Marsya yang baru pertama kali mencoba naik kereta api. Perempuan asal Pangkalan Brandan, Langkat, ini mengaku awalnya penasaran dengan perjalanan menggunakan KA.

"Ini pertama kali naik kereta api. Ternyata seru juga, apalagi perjalanannya cukup jauh yang ditempuh," ujarnya.

Lili juga menyebut baru bisa pulang kampung pada momen ini karena baru mendapatkan waktu libur.

"Kami baru sempat pulang sekarang, karena memang baru dapat liburnya sekarang," tambahnya.

Meningkatnya minat masyarakat menggunakan kereta api menunjukkan bahwa faktor kenyamanan dan harga masih menjadi pertimbangan utama pemudik dalam memilih moda transportasi, terutama menjelang momen Lebaran.

Artikel ini ditulis oleh Laila Syakira peserta program Maganghub Kemnaker di BeritaKlik.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads