Trotoar di Jalan Balai Kota, Kota Medan rusak dan hancur. Kondisi itu dikeluhkan oleh warga.
Seorang pejalan kaki, Ikhsan mengeluhkan kondisi trotoar yang rusak ini lantaran membuatnya gampang tersandung.
"Ini jalan pusat kota, banyak orang yang jalan di sekitar sini tapi ya itulah, jadi gampang tersandung karena konsisinya rusak begini," ujar Ikhsan saat diwawancarai, Rabu (18/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikhsan menyebut, trotoar yang rusak ini juga ada di sisi Jalan HM Yamin serta Jalan Stasiun.
"Dan ini enggak cuma satu spot aja, tapi ada banyak. Mungkin karena sering dijadikan lapak parkir dan jualan juga kalau malam," tambahnya.
Warga lainnya, Ika berharap adanya pembatas jalan yang cukup tinggi sehingga sepeda motor ataupun mobil tidak bisa naik ke trotoar. Ia menilai, seringnya trotoar dijadikan tempat parkir dan dilintasi kendaraan dapat menyebabkan kerusakan.
"Kalau saya lihat ini karena sering dipakai parkir, jadi begini trotoarnya. Terus juga dari segi kualitas memang kurang," ucapnya.
Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan akan melakukan revitalisasi trotoar pada tahun 2026. Wali Kota Medan, Rico Waas mengatakan, trotoar di Kota Medan masih banyak yang belum rapi.
"Niat kita sudah baik, namun infrastruktur jalan dan trotoar masih banyak yang belum rapi. Saya minta setiap ruas jalan dan trotoar memiliki standarisasi ukuran yang jelas. Penataan harus dimulai dari inti kota secara terencana, baru kemudian menyisir ke area pinggiran," ujar Rico dalam keterangan tertulis dilihat detikSumut, Sabtu (17/1/2026).
Terkait hal ini, Pemkot Medan membahasnya dalam Rapat Kerja Tematik-II terkait keterpaduan penataan, pengembangan, dan pengelolaan infrastruktur sistem jaringan jalan serta trotoar.
Dalam rapat itu, Rico Waas mengaku, kondisi saat ini masih banyak infrastruktur jalan yang belum seragam, baik dari segi ukuran maupun desain.
"Saya berharap transformasi Medan menuju kota metropolitan dengan standar estetika yang tinggi dapat terwujud," tambahnya.
(mjy/mjy)