Kondisi kebun binatang Medan Zoo yang merupakan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Medan memprihatinkan. Dari keterangan pengelola, jumlah rata-rata pengunjung Medan Zoo di hari biasa tidak sampai 50 orang.
Terkait hal ini, Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan pihaknya tengah berusaha melakukan pembenahan. Ia mengaku beberapa waktu lalu sudah berkonsultasi dengan Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI).
"Ada pembenahan ke depan. Kemarin rekan-rekan dari PKBSI ini sudah hadir. Kita minta juga pakar-pakar memberikan saran, apa saran yang terbaik untuk Medan Zoo sendiri. Binatang-binatang apa yang sebenarnya menarik dari Kota Medan itu sendiri. Dan wahananya seperti apa yang dibutuhkan ke daerah kita. Kan ini potensi daerah yang sebenarnya indah gitu ya," ujar Rico saat diwawancarai di Medan, Rabu (25/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rico, dari hasil konsultasi dengan PKBSI, pihaknya mempelajari bagaimana mengelola kebun binatang yang efektif dan berkesinambungan.
"Sebenarnya bagaimana sih cara mengelola kebun binatang ini dengan baik, efektif, dan berkelanjutan. Karena kita mau bicara tentang kebun binatang ini nggak hanya bicara tentang untung finansialnya saja. Kita nggak bicara tentang keuangan yang kita bisa dapatkan. Tapi bagaimana merawat satwa, ada edukasi, ada tempat rekreasi masyarakat juga," katanya.
Saat ini, kata Rico, pihaknya tengah menunggu pelaksanaan presentasi pengembangan Medan Zoo yang kedua. Presentasi ini akan berkaitan tentang koleksi satwa Medan Zoo dan peningkatan fasilitas.
"Kami sedang persiapkan, kemarin sudah ada presentasi pertama tentang konsepnya. Kami akan menunggu presentasi kedua tentang bagaimana cara desainnya dan juga binatang-binatang yang akan hadir di sana," ungkapnya.
Menurut Politisi Partai NasDem ini, binatang-binatang yang nantinya akan dikoleksi di Medan Zoo merupakan satwa endemik Sumatra Utara.
"Memang sekarang ini fokus kita adalah binatang-binatang endemik Sumatera. Sumatera ataupun Sumatera Utara terutama. Ternyata banyak binatang-binatang yang unik sekali, yang tinggal di sekitar kita yang sebenarnya ini bisa menjadi daya tarik dari kebun binatangnya sendiri," ungkapnya.
Ia menyebut Pemkot Medan saat ini tengah berusaha memaksimalkan pengelolaan lahan seluas 30 hektare tersebut.
"Karena kita di pemerintah Kota Medan harus belajar, mau belajar, mau berusaha bagaimana aset-aset kita ini seperti kebun binatang ini bagus ya, sekitar 20-30 hektare kita miliki. Ini harus bisa difungsikan dengan baik," pungkasnya.
(mjy/mjy)
