Perawat RSUD Aceh Tengah yang Viral Joget di Ruang Operasi Dinonaktifkan

Aceh

Perawat RSUD Aceh Tengah yang Viral Joget di Ruang Operasi Dinonaktifkan

Antara - detikSumut
Sabtu, 04 Apr 2026 10:33 WIB
Tangkapan layar video seorang perawat berjoget di ruang operasi saat proses bedah berlangsung. (dok. media sosial)
Foto: Tangkapan layar video seorang perawat berjoget di ruang operasi saat proses bedah berlangsung. (dok. media sosial)
Aceh Tengah -

RSUD Datu Beru Aceh Tengah menonaktifkan perawat bernama Riga Septian Bahri. Keputusan itu diambil karena aksi Riga yang viral joget di ruang operasi.

"Perawat tersebut merupakan staf di bagian bedah. Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan serta ditarik dari layanan bedah," ujar Kepala Humas RSUD Datu Beru, Himawan, dikutip detikNews dari Antara, Sabtu (4/4/2026).

"Kami menyayangkan terjadinya aksi perawat tersebut saat dokter sedang melakukan operasi pasien," lanjut dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya dinonaktifkan, Riga juga sudah dikembalikan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Tengah. Perawat yang bersangkutan merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Yang bersangkutan tidak lagi aktif di rumah sakit. Rumah sakit juga sudah mengembalikan yang bersangkutan kepada BKPSDM untuk pengawasan dan pembinaan," katanya.

ADVERTISEMENT

Hasil investigasi internal, menurut dia, perawat tersebut sudah berulang kali diingatkan tidak merekam dan menyebarkan video di ruang bedah. Apalagi aturan rumah sakit tidak memperbolehkan membawa telepon ke ruang bedah.

Akan tetapi, kata Himawan, Riga tidak menggubris dan video perawat berjoget saat dokter sedang menangani operasi menjadi viral di media sosial.

"Aksi perawat berjoget tersebut tidak mengganggu dokter yang sedang menangani pasien. Akan tetapi, aksi perawat tersebut tidak beretika dan tidak profesional, sehingga menimbulkan pro kontra di masyarakat," ungkapnya.

Riga Minta Maaf

Sementara Riga juga membuat video permintaan maaf usai kontennya viral. Dia mengaku aksinya terjadi secara spontan dan tidak ada maksud politik maupun menyindir siapapun.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya pihak rumah sakit, masyarakat yang tidak senang melihat video saya dari hati kecil saya paling dalam saya minta maaf dan saya berjanji tidak mengulanginya lagi," jelasnya.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads