Simak! Ini 8 Alasan Terlalu Banyak Konsumsi Gula Bisa Berbahaya untuk Tubuh

Simak! Ini 8 Alasan Terlalu Banyak Konsumsi Gula Bisa Berbahaya untuk Tubuh

Hestianingsih Hestianingsih - detikSumut
Senin, 13 Apr 2026 08:01 WIB
Segini Batas Jumlah Konsumsi Gula Harian yang Disarankan
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Gula memang dapat membuat makanan dan minuman terasa lebih lezat. Namun, di balik rasa manis itu, terdapat risiko yang mengancam jika dikonsumsi secara berlebihan.

Dalam jumlah yang kecil, gula tambahan masih dapat ditoleransi. Namun, konsumsi berlebih dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Berbagai pedoman gizi menyarankan supaya asupan gula tambahan dibatasi kurang dari 10 persen dari total kalori harian. Dilansir Wolipop dari Health Line, berikut alasan kenapa terlalu banyak konsumsi gula berbahaya untuk kesehatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

8 Alasan Terlalu Banyak Konsumsi Gula Bisa Berbahaya untuk Tubuh

1. Risiko Penyakit Jantung Meningkat

ADVERTISEMENT

Pola makan tinggi gula bisa memicu penumpukan lemak di pembuluh darah atau aterosklerosis. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Berat Badan Naik Tanpa Terasa

Minuman manis seperti soda, jus kemasan, atau teh manis mengandung fruktosa tinggi, yang bisa meningkatkan rasa lapar dan keinginan makan. Karena tidak memberikan rasa kenyang, kalori dari minuman ini sering kali 'terlewat' begitu saja, sehingga memicu kenaikan berat badan.

3. Jerawat Lebih Rentan Muncul

Konsumsi gula berlebih bisa memicu lonjakan gula darah dan insulin, yang selanjutnya meningkatkan produksi minyak dan peradangan pada kulit-dua faktor utama penyebab jerawat.

4. Meningkatkan Risiko Depresi

Konsumsi gula tinggi dikaitkan dengan gangguan suasana hati, termasuk kecemasan dan depresi. Sejumllah studi bahkan menunjukkan risiko depresi lebih tinggi pada orang yang sering mengonsumsi gula dalam jumlah besar.

5. Mempercepat Penuaan Kulit

Gula bisa memicu terbentuknya senyawa bernama advanced glycation end products (AGEs), yang merusak kolagen dan elastin. Akibatnya, kulit lebih cepat kehilangan kekenyalan dan tampak menua.

6. Memicu Diabetes Tipe 2

Asupan gula berlebihan berkaitan dengan peningkatan berat badan dan lemak tubuh, yang menjadi faktor risiko utama diabetes tipe 2. Walau bukan satu-satunya penyebab, gula tetap berperan besar dalam proses ini.

7. Energi Naik-turun Drastis

Makanan tinggi gula memang bisa memberikan lonjakan energi secara cepat. Tapi efek ini hanya sementara, karena setelahnya kadar gula darah akan turun drastis dan membuat tubuh terasa lemas.

8. Meningkatkan Risiko Gangguan Ginjal

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah halus di ginjal. Hal ini bisa mengganggu fungsi ginjal dan meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Kunci utama bukan sepenuhnya menghindari gula, tapi mengonsumsinya secara bijak. Pola makan seimbang tetap menjadi fondasi penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads