Sebuah video yang memperlihatkan aksi rombongan kendaraan berhenti di tikungan ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), viral di media sosial.
Dalam video tersebut, rombongan kendaraan tampak dikawal mobil patroli dan pengawalan (patwal) dari Polres Solok Kota. Dilihat detikSumut, Rabu (15/4/2026), dalam rombongan tersebut terdapat politisi PDI Perjuangan yang juga mantan anggota DPR RI, Arteria Dahlan. Arteria sendiri saat ini menjabat sebagai salah satu Komisaris PT Pupuk Sriwijaya.
Dalam video terlihat sejumlah orang keluar dari kendaraan untuk berfoto di lokasi tikungan. Mereka mengambil beberapa sesi foto, sementara kendaraan lain tampak harus berhenti saat rombongan tersebut melakukan aktivitas foto-foto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq, membenarkan kejadian dalam video tersebut. Ia menyebut peristiwa itu terjadi sekitar satu minggu lalu.
"Ya benar, kejadian seminggu yang lalu," kata Reza kepada wartawan.
Reza mengaku telah menegur jajaran Polres Solok Kota.
"Kapolres Solok Kota dan Kasatlantas Polres Solok Kota sudah saya tegur dan arahkan untuk evaluasi pelaksanaan tugas pengawalan berikutnya," jelasnya.
Ia pun mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tertib dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas," ujarnya.
Sementara itu, Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro menyebut pihaknya telah mengingatkan jajaran polisi lalu lintas untuk menjaga nama baik institusi menyusul viralnya video tersebut.
"Dari Ditlantas sudah menyampaikan kepada anggota polantas agar tetap menjaga nama baik institusi kepolisian dengan melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga keselamatan objek yang dikawal," tegasnya.
2 Personel PJR Diperiksa
Kasat PJR Ditlantas Polda Sumbar AKBP Andis Anshori mengatakan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan keterangan dari anggota yang melakukan pengawalan saat kejadian tersebut. Ia memastikan personel tengah mengawal rombongan Arteria Dahlan.
"Jadi, informasi yang kami dapatkan Dari Polres Solok Kota, kejadiannya sudah berlangsung seminggu lalu, tepatnya 6 April. Ada permintaan pengawalan dari BIM (Bandara Minangkabau) ke Solok Kota. Di mana, dalam permintaan itu disampaikan bahwa ada rombongan Bapak Arteria Dahlan. Dari informasi yang disampaikan Kasat Lantas (pengawalan) sudah sesuai dengan SOP. Mungkin ada yang miss dalam perjalanan dan dilakukan secara mendadak," kata Andis kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).
Ia menyatakan, persoalan tersebut telah ditangani, dengan meminta keterangan personel yang terlibat dalam pengawalan.
"Untuk dugaan pelanggaran, saat ini kita masih mengambil keterangan lengkap dari anggota, mulai dari perjalanan hingga sampai ke tujuan. Nanti baru akan ditentukan apakah akan masuk kategori pelanggaran disiplin atau hanya sebatas teguran," katanya.
"Yang akan menentukan nanti adalah pihak Propam," tambahnya.
Andis mengaku pihaknya mendapat laporan bahwa personel PJR tersebut sudah diperiksa.
"Sementara dari pimpinan kami sudah menyampaikan dan sudah disampaikan juga feedback-nya bahwa sudah dilakukan pemeriksaan oleh Propam," katanya lagi.
Meski menunggu hasil pemeriksaan, Andis menyatakan, Sitinjau Lauik adalah jalur rawan, bahkan cenderung ekstrim, sehingga setiap aktivitas di sana harus dilakukan dengan hati-hati, termasuk berhenti.
"Kita tahu Sitinjau Lauik merupakan kawasan rawan. Kalau berhenti tentu tidak masalah. Namun karena ini terjadi di lokasi yang tidak tepat dan digunakan untuk berfoto, akhirnya mengganggu pengguna jalan lain," tegasnya.
(nkm/nkm)