Barang PMI yang Tewas di Korsel Tiba di Medan, Ibu Histeris Banyak yang Hilang

Barang PMI yang Tewas di Korsel Tiba di Medan, Ibu Histeris Banyak yang Hilang

Mhd Ilham Pradila - detikSumut
Rabu, 15 Apr 2026 20:21 WIB
Foto: Ibu kandung almarhum Reza Valentino Simamora menangis histeris saat barang milik korban tiba di rumah duka diduga hilang dan rusal (dok. Tangkapan Layar )
Ibu kandung almarhum Reza Valentino Simamora menangis histeris saat barang milik korban tiba di rumah duka diduga hilang dan rusal (dok. Tangkapan Layar )
medan -

Ibu kandung almarhum Reza Valentino Simamora, pekerja Migran yang meninggal dunia di Korea Selatan (Korsel) menangis histeris saat menerima barang milik korban yang tiba di rumah duka di Jalan Dame, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Sejumlah barang elektronik dan dokumen penting dilaporkan hilang. Koper korban diduga dirusak selama proses pengiriman.

Ayah korban Saut Simamora mengatakan, paket tersebut baru tiba di rumah pada Rabu (15/4/2026) siang, setelah menempuh perjalanan beberapa hari dari Korea Selatan. Namun, saat dibuka, sejumlah barang penting sudah tidak ada.

"Paspor, HP Samsung yang baru dibeli, pakaian kerja, pakaian harian, semua sudah tidak ada. Dua HP anak saya atas nama almarhum Reza Valentino Simamora hilang dari tas yang dipulangkan," kata Saut dengan nada kecewa, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saut mengaku kecewa karena menurut informasi yang diterimanya, seluruh barang milik anaknya masih lengkap saat diserahkan rekan kerja Reza kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan.

"Masih utuh waktu kawannya mengantar ke KBRI Korea. Saya kecewa, Pak Menteri," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menduga koper dan tas milik anaknya sempat dibongkar selama proses pengiriman. Dugaan itu muncul karena kondisi koper sudah terbuka dan segel pengamannya berubah.

"Ada dugaan pembongkaran, diduga keras. Tadi sudah terbongkar itu. Garis segelnya sudah tidak ada lagi di tengah. Saya kecewa. Ada apa ini?" katanya.

Ia menyesalkan peristiwa ini, padahal anaknya dinyatakan meninggal dunia namun ada oknum tak bertanggung jawab yang tega mengambil barang berharga sekaligus membongkar tas korban saat pengiriman menggunakan cargo.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah lebih serius menangani kasus pekerja migran Indonesia yang meninggal dunia di luar negeri.

"Manusia dimanusiakan, Pak. Jangan seperti binatang," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Saut turut menyampaikan kritik kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Ia bahkan berencana melaporkan persoalan tersebut ke sejumlah lembaga negara.

"Saya apresiasi Pak Menteri, tapi Dirjen Pelayanan dan Dirjen Penempatan harus dicopot. Saya akan laporkan ini ke Komnas HAM, Ombudsman, dan Presiden," ucapnya.

Tim Perlindungan BP3MI Sumatera Utara, Enceng Supiyanto, mengatakan pihaknya hanya bertugas mengantarkan barang milik almarhum kepada keluarga setelah barang tersebut tiba di kantor BP3MI Sumut dua hari lalu.

"Dua hari lalu barang sampai di kantor kami. Sudah sore saat tiba. Kami mendapat informasi barang harus langsung disampaikan ke keluarga Reza, sehingga hari ini kami antar," ujarnya d irumah korban saat mengantarkan barang tersebut.

Sementara, Staf Penelaah BP3MI Sumut, Riansah Manalu, menjelaskan barang milik Reza dikirim dari Korea Selatan melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, sebelum diteruskan ke Medan.

"Kalau info yang kami dapat, barang ini baru sampai ke kami kemarin dalam bentuk kotak. Hari ini kami kirimkan karena sudah ada janji dengan pihak keluarga," katanya.

Menurut Riansah, kondisi koper memang sudah terbuka saat diterima BP3MI.

"Tadi kita lihat bersama-sama, koper memang dalam posisi terbuka. Kalau memang ada barang yang tidak ada di dalam koper itu, nanti akan kita tanyakan ke pihak kargo dan juga ke pihak KBRI," ujarnya.

Ia menegaskan BP3MI Sumut tidak pernah membuka koper maupun barang milik korban selama proses penyaluran ke keluarga.

"Kalau ini yang terbuka, kita lihat memang sudah seperti itu saat diterima. Nanti kita akan minta penjelasan ke pihak kargo, pihak KBRI, dan juga KP2MI Pusat," katanya.

BP3MI Sumut memastikan akan membantu keluarga menelusuri dugaan kehilangan barang-barang milik korban.

"Terkait permintaan keluarga untuk mencari barang yang hilang, itu yang akan kita tindak lanjuti terlebih dahulu," ujar Riansah.

Reza Tewas Karena Kecelakaan Kerja

Diketahui, Reza Valentino Simamora (21) seorang pekerja migran program Government to Government (G to G) yang meninggal di kapal Korea Selatan. Korban meninggal diduga akibat kecelakaan kerja di sebuah kapal Korea, Reza disebut terlilit tali sling kapal hingga terjatuh ke laut.

Jenazah almarhum dipulangkan ke Indonesia pada 3 Oktober 2025 menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 879 untuk dimakamkan di daerah asal. Saat pemulangan, keluarga telah menerima santunan serta hak BPJS Ketenagakerjaan.

Keluarga menyesalkan surat kematian dari KBRI Seoul yang tidak mencantumkan penyebab kematian Reza. Dalam surat tersebut, Reza hanya disebut meninggal dunia tanpa sebab yang jelas.

Padahal, menurut keterangan rekan kerja Reza, korban diduga meninggal akibat kecelakaan kerja. Reza disebut terlilit tali sling kapal hingga terjatuh ke laut.

"Teman-temannya bilang anak saya mengalami kecelakaan kerja. Tali sling kapal terputus lalu anak saya jatuh ke laut. Empat hari kemudian baru jasadnya ditemukan," kata ibu kandung Reza, Tetty Herawati Napitupulu.

Tetty mengatakan Reza berangkat ke Korea Selatan pada Maret 2025 melalui program G to G yang dinaungi KP2MI. Sebelum berangkat, Reza mengikuti pelatihan bahasa Korea di LPK SKM Karanganyar dan menyelesaikan seluruh tahapan untuk menjadi pekerja migran di bidang perikanan.

"Setelah semua tahapan selesai, dia berangkat bekerja di kapal penangkap ikan Garamho di Korea Selatan," ujarnya.

Menurut Tetty, pihak keluarga pertama kali mengetahui kabar meninggalnya Reza dari teman-teman korban, bukan dari pihak KBRI.

"Pihak KBRI tidak langsung menelepon kami. Yang pertama mengabari justru teman kerjanya," ucapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Langkah Menteri P2MI Gaet Kemkomdigi Awasi Iklan Penipuan Kerja ke Luar Negeri "
[Gambas:Video 20detik]
(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads