Pemkot Medan Mau Bangun Jembatan di Lokasi Pipa Disebrangi Siswa untuk Sekolah

Pemkot Medan Mau Bangun Jembatan di Lokasi Pipa Disebrangi Siswa untuk Sekolah

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Sabtu, 18 Apr 2026 13:31 WIB
Anak SMP saat melewati pipa seusai pulang sekolah. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Anak SMP saat melewati pipa seusai pulang sekolah. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Pemerintah Kota (Pemkot) Medan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan rencana pembangunan jembatan di Jalan Adi Sucipto, Gang Damai, Kecamatan Medan Polonia. Jembatan rusak ini sempat viral di media sosial lantaran siswa-siswi SMP kerap melintasi pipa air untuk berangkat ke sekolah.

Wali Kota Medan, Rico Waas menyebut lahan tersebut merupakan kewenangan PT KAI. Menurutnya, Pemkot Medan tengah menyiapkan strategi kolaborasi untuk membangun kembali akses penyeberangan yang lebih modern dan aman.

"Jembatan ini sudah roboh sejak tahun 2024. Kami bersama PT KAI akan menyiapkan strategi pembangunan akses penyeberangan yang nyaman bagi masyarakat," ujar Rico melalui keterangan tertulis dilihat detikSumut, Sabtu (18/4/2026).

Diketahui, jembatan eks perlintasan kereta api milik PT KAI ini dibangun pada era kolonial Belanda (rentang tahun 1887-1915). Namun sudah tidak difungsikan untuk kereta api.

Rico berharap pembangunan kembali akses ini nantinya dapat menghubungkan kembali aktivitas antar kecamatan dan kelurahan yang selama ini terhambat.

"Saya berharap nantinya ini bisa menyambungkan aktivitas masyarakat dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya menjadi lebih dekat. Kita ingin mobilitas warga kembali normal, dan anak-anak sekolah bisa melintas dengan aman," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswi SMP nekat melewati pipa air yang berada di atas Sungai Deli, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), demi bisa sampai ke sekolah mereka. Para siswi ini terpaksa melewati pipa itu karena tidak ada lagi jembatan di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

Pantauan detikSumut, Rabu (15/4/2026), ada sejumlah anak SMP yang melintasi pipa itu. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Anak-anak tersebut baru saja pulang sekolah dan masih mengenakan seragam.

Perlahan-lahan, kaki siswa-siswa tersebut melewati pipa PDAM itu. Di bawah mereka mengalir sungai besar.

Dulunya di lokasi itu ada jembatan yang menghubungkan Gang Perbatasan, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun dengan Kecamatan Medan Polonia. Jembatan itu lah yang menjadi akses penyebrangan anak sekolah. Namun, kini jembatan yang merupakan bekas rel kereta api itu sudah tak tersisa.

Mita, seorang siswi kelas 7 di SMPN 34 Medan mengaku terpaksa melewati jembatan itu agar akses menuju sekolah lebih dekat. Sekolahnya berada di Gang Perbatasan, sedangkan rumahnya di Kecamatan Medan Polonia itu.

Jika tidak melewati jembatan tersebut, dia harus memutar lebih jauh agar bisa sampai di sekolah.

"Kalau naik motor sekitar 6 menitan ke rumah, tapi kalau jalan jauh, harus mutar, dari sini lebih dekat," kata Mita saat diwawancarai di lokasi.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads