Unggahan netizen bernama Anish Moonka di platform X yang menyebut minum 8 gelas air sehari tak bikin kulit glowing. Ia menyampaikannya dengan kalimat yang cukup menohok.
"Kamu minum 8 gelas air untuk kulit bersih, tapi yang jadi lebih jernih justru urine kamu," tulisnya, seperti yang dikutip dari detikFood dari Food NDTV.
Dalam unggahannya, Anish menyebut tubuh manusia sebenarnya sudah memiliki mekanisme alami untuk mengatur kebutuhan cairan. Menurutnya, ginjal berfungsi sebagai sistem penyaring yang sangat efisien.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organ ini memproses banyak cairan setiap hari, lalu mendaur ulang sebagian besar air untuk kebutuhan tubuh.
Jika asupan air sudah cukup, kelebihan cairan tidak akan dialirkan ke kulit, melainkan langsung dikeluarkan.
"Saat kamu minum air berlebihan, tubuh hanya akan membuang sisanya. Itu sebabnya urine yang sangat jernih bisa jadi tanda kamu minum terlalu banyak," jelasnya.
Anish juga mengutip sejumlah penelitian untuk memperkuat pendapatnya. Salah satunya adalah tinjauan studi tahun 2018 dari Charité University di Berlin.
Studi tersebut menyebut tidak ada bukti kuat bahwa minum air ekstra dapat memperbaiki kondisi kulit, jika kebutuhan cairan harian sudah terpenuhi.
Ia juga menyinggung studi tahun 2024 dari Korea yang menunjukkan bahwa penggunaan pelembap justru lebih efektif dibanding hanya menambah konsumsi air.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pola makan memiliki pengaruh lebih besar terhadap kesehatan kulit.
"Pola makan tinggi gula bisa meningkatkan risiko jerawat hingga 20-30%. Susu skim juga berkaitan dengan jerawat karena memicu hormon yang meningkatkan produksi minyak," ujarnya.
Ia menyarankan konsumsi lemak sehat seperti ikan salmon, vitamin A dan C, serta makanan tinggi zinc untuk mendukung kesehatan kulit.
Unggahan ini pun memicu berbagai reaksi dari netizen. Ada yang setuju bahwa hidrasi hanya membantu jika tubuh kekurangan cairan, bukan sebagai solusi instan untuk kulit. Namun, ada pula yang mengingatkan pentingnya keseimbangan.
Menanggapi hal ini, ahli gizi Neeraja Mehta menegaskan bahwa pendekatan terbaik adalah kombinasi.
"Ini bukan soal memilih antara minum air atau nutrisi, tapi keduanya harus seimbang," jelasnya.
Ia menambahkan, "Kalau tubuh kekurangan nutrisi tapi minum banyak air, atau sebaliknya, hasilnya tetap tidak optimal." tutupnya.
Simak Video "Video: Studi BRIN Sebut Pola Makan Anak Indonesia Jauh dari Gizi Seimbang"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)