Penampakan Kamar Hotel Calhaj saat di Asrama Haji Aceh Sebelum ke Saudi

Aceh

Penampakan Kamar Hotel Calhaj saat di Asrama Haji Aceh Sebelum ke Saudi

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 21 Apr 2026 22:01 WIB
Suasana kamar untuk jemaah di Asrama Haji Aceh (Agus Setyadi/BeritaKlik)
Foto: Suasana kamar untuk jemaah di Asrama Haji Aceh (Agus Setyadi/BeritaKlik)
Banda Aceh -

Calon jemaah haji (Calhaj) Aceh kelompok terbang (Kloter) 1 akan masuk Asrama Haji Kelas I Aceh pada 5 Mei mendatang. Selama di asrama, mereka akan menempati kamar setara hotel bintang tiga.

Pantauan detikSumut Selasa (21/4/2026), sebagian jemaah akan ditempatkan di Gedung baru Grand Misfalah yang terletak tidak jauh dari aula di kompleks asrama haji. Gedung lima lantai itu memiliki fasilitas layaknya hotel mulai lift, ruang makan hingga kamar yang luas.

Setiap kamar memiliki empat tempat tidur, satu lemari besar, satu kamar mandi, serta pendingin ruangan (AC). Di dalam kamar juga terdapat tempat jemaah menaruh koper serta peralatan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para jemaah juga akan mendapatkan handuk serta selimut. Gedung yang diresmikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak pada Minggu 15 Februari lalu itu baru pertama kali dipakai untuk melayani Tamu Allah.

"Gedung Grand Misfalah ini memiliki 50 kamar. Fasilitas di sini setara hotel bintang tiga," kata Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Aceh Irsyadi.

ADVERTISEMENT

Selain di gedung Grand Misfalah, asrama haji Aceh juga memiliki gedung Madinatulhujjaj dan Muzdalifah masing 100 kamar, Gedung A1 sebanyak 37 kamar sehingga totalnya 187 kamar. Pihak asrama menyiapkan 500 tempat tidur untuk melayani 393 jemaah dan petugas.

Irsyadi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut jemaah. Pelayanan dilakukan dengan mengkombinasikan dua bentuk yaitu layanan manual dan juga digital.

"Pemanfaatan teknologi ini untuk mengatur akomodasi jemaah termasuk lansia dan prioritas termasuk penempatan tas kabin dan juga kamar di asrama haji," jelas Irsyadi.

Menurutnya, layanan nusuk tahun ini juga dilakukan di asrama yaitu mulai pembagian serta pengaktifan kartu. Para jemaah dapat langsung menggunakan identitas resmi untuk mengakses layanan selama di Tanah Suci begitu tiba di Arab Saudi.

"Tahun ini ada yang baru dan beda, untuk nusuk dibagikan dan diaktifkan di Asrama haji, tidak lagi diserahkan di Arab Saudi sehingga jemaah sampai di Saudi sudah mendapatkan nusuk. Itu kebijakan baru kementerian haji. Nanti pihak maktab dari Arab Saudi akan datang langsung ke asrama haji Aceh," jelasnya.

Selain itu, jemaah yang belum pernah naik pesawat juga akan diajarkan cara penggunaan toilet, penggunaan sabuk pengaman hingga beribadah di penerbangan. Edukasi dilakukan menggunakan mockup pesawat yang ada di asrama serta dibimbing pramugari haji dari Garuda Indonesia.

Pihak asrama, kata Irsyadi juga melakukan berbagai persiapan lainnya termasuk aula, tempat ibadah hingga layanan kesehatan. Pelayanan haji tetap mengusung konsep ramah lansia.

Menurutnya, asrama haji Aceh juga menyediakan mobil golf untuk mendukung layanan khususnya bagi lansia, tenda dan sejumlah sarana pendukung lainnya juga telah disiapkan. Fasilitas penunjang ditingkatkan untuk kenyamanan para jemaah.

"Kami juga menyiapkan sarana prasarana ruangan bagi jamaah terutama jamaah lansia. Ikhtiar kita bersama untuk pelayanan terbaik kepada jemaah, kita terus berkoordinasi dengan bapak Kakanwil Kemenhaj Aceh dan jajaran serta stakeholder terkait," ungkap Irsyadi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Melepaskan Tukik ke Laut untuk Melestarikan Penyu di Swarnadwipa, Padang"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads