Dua calon Jemaah haji (cahaj) kelompok terbang (kloter) 1 embarkasi Padang ditunda berangkat ke Tanah Suci. Penyebabnya kedua calhaj tersebut mengalami sakit.
Kakanwil Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Sumatera Barat, Muhammad Rifki, mulanya menyebut calhaj kloter 1 Embarkasi Padang dijadwalkan berangkat malam ini. Ia menybut total calon Jemaah haji kloter 1 yakni 393 orang, namun yang berangkat hanya 391 orang.
"Kloter pertama kita itu berjumlah 391 orang dengan petugas. Seharusnya berjumlah 393, namun karena ada persoalan kesehatan yang mungkin menyebabkan tertundanya berangkat, ada dua orang ," kata Rifki kepada wartawan di Asrama Haji Padang, Kamis (23/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rifki, sebelum jadwal keberangkatan, di Kloter pertama ini ada 6 jemaah yang sakit. Namun menjelang hari keberangkatan, empat kursi bisa diganti dari Kloter lain dan bisa bergabung, sehingga hanya tersisa dua orang.
"Bukan dua orang awalnya. Sampai enam orang. Tapi karena kita masih ada kesempatan untuk ganti batal menaikkan yang lain, sehingga tinggal dua yang tidak bisa. Yang lain bisa masuk ke Kloter satu dari awalnya Kloter 15," katanya.
Ia menyatakan, dua jemaah yang gagal berangkat di Kloter pertama tersebut akan diberangkatkan pada Kloter berikutnya.
"Dengan demikian sekarang ada dua open seat. Akan kita upayakan berangkat di Kloter-kloter berikutnya ketika mereka sehat. Mungkin di Kloter dua, tiga dan seterusnya," kata Rifki lagi.
Kloter pertama seluruhnya berasal dari Kota Padang. Rombongan ini mencatatkan Ranyam Jamaan Arif sebagai jemaah tertua dalam usia 84 tahun, dan Latifa Savina Putri Zuhrizal sebagai jemaah termuda dengan usia 15 tahun.
Musim haji tahun ini, Embarkasi Padang akan memberangkatkan 5.340 orang jemaah. Mereka berasal dari Provinsi Sumatera Barat sebanyak 3.986 jemaah, dan dari Bengkulu sebanyak 1.354 jemaah. Jemaah diberangkatkan Dalam 14 Kloter.
(astj/astj)