Bagaimana Lingkungan Mempengaruhi Karakter Seseorang? Ini Hasil Penelitiannya

Bagaimana Lingkungan Mempengaruhi Karakter Seseorang? Ini Hasil Penelitiannya

Siti Asyaroh - detikSumut
Sabtu, 25 Apr 2026 08:26 WIB
Ilustrasi Keluarga
Foto: Getty Images/iStockphoto/SDI Productions
Medan -

Karakter menjadi ciri khas pada diri manusia dalam hal berpikir dan bertindak. Karakter pada seseorang tentu tidak serta-merta muncul dengan sendirinya.

Banyak hal yang membentuk karakter individu, salah satunya adalah melalui berbagai pengalaman dan interaksi di lingkungan. Lingkungan tempat kita berada, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga lingkungan kerja, memiliki pengaruh besar dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku kita sehari-hari.

Berbagai teori dan penelitian menunjukkan bahwa lingkungan memiliki peran yang sangat dominan dalam membentuk karakter seseorang hingga dewasa. Salah satu teori yang menjelaskan hal ini adalah teori pembelajaran sosial, atau disebut sebagai Social Learning Theory.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) bertajuk "Social Learning Theory: Cognitive and Behavioral Approaches" pada 2022, teori ini dikemukakan oleh Albert Bandura, yang menyatakan bahwa perilaku manusia terbentuk dari interaksi yang saling mempengaruhi secara terus-menerus antara pikiran (kognitif), tindakan (perilaku), dan lingkungan sekitar. Konsep ini akrab disebut sebagai konsep Determinisme Resiprokal.

"Pembelajaran terjadi karena orang mengamati konsekuensi dari perilaku orang lain," demikian tertulis pada jurnal tersebut.

ADVERTISEMENT

Oleh sebab itu, sebagian besar perilaku manusia dipelajari dengan cara mengamati orang lain. Berbagai stimulus yang diterima individu, kemudian diproses menjadi cara bagaimana suatu perilaku dilakukan, sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai acuan untuk bertindak di kemudian hari.

Melalui proses ini, perilaku yang awalnya hanya ditiru kemudian menjadi bagian dari karakter individu.

Sementara itu, dalam perspektif ekologi perkembangan dari Bronfenbrenner, seperti yang dikutip dari Jurnal Universitas Ma'arif Lampung pada 2023 menjelaskan bahwa karakter individu terbentuk melalui serangkaian pengalaman dan interaksi antara berbagai sistem lingkungan.

Dalam studi ini, lingkungan yang dimaksud adalah keluarga, budaya sekolah, dan interaksi pertemanan.
Lebih lanjut, studi dalam literatur tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga, budaya pendidikan, serta interaksi sosial sangat mempengaruhi perkembangan karakter seseorang.

"Perkembangan karakter siswa tidak dapat dilepaskan dari dinamika waktu dan perubahan sosial yang terus berlangsung. Data menunjukkan bahwa perkembangan teknologi, diversitas sosial, dan lemahnya sinergi antara orang tua dan sekolah menjadi tantangan besar dalam membentuk karakter."

Temuan ini mendukung pendapat bahwa manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, sehingga karakter individu bisa dipengaruhi oleh baik atau buruknya situasi keadaan di sekitarnya.

Artikel ditulis Siti Asyaroh, peserta Program Maganghub Kemnaker di BeritaKlik

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Dukung Aksi Iklim, Gerakan Indonesia ASRI Ajak Warga Kelola Sampah"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads