Sahabat Kenang Sosok Praka Rico Sejak Kecil hingga Jadi Prajurit TNI

Sahabat Kenang Sosok Praka Rico Sejak Kecil hingga Jadi Prajurit TNI

Mhd Ilham Pradilla - detikSumut
Selasa, 28 Apr 2026 15:48 WIB
Suasana rumah duka Praka Rico Pramudia di Sergai, Sumut. (Mhd Ilham Pradilla/detikSumut)
Foto: Suasana rumah duka Praka Rico Pramudia di Sergai, Sumut. (Mhd Ilham Pradilla/detikSumut)
Serdang Bedagai -

Prajurit TNI Praka Rico Pramudia gugur di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Semasa hidup, Praka Rico dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah.

Hal itu diceritakan Tino Agung, sahabat yang juga tetangga almarhum di Kampung Suka Jadi, Dusun VII, Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut).

Tino menceritakan sejak kecil, Rico dikenal sebagai sosok ramah, sopan dan selalu baik kepada banyak orang. Baik itu terhadap orang yang lebih muda, seumuran maupun kepada yang lebih tua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dia ini anaknya baik sekali di kampung ini. Meskipun sudah menjadi tentara, dia tidak sombong dan tetap sopan santun kepada orang yang lebih tua saat pulang kampung," ucap Tino kepada detikSumut, Selasa (28/4/2026).

Ia mengaku bersahabat dengan almarhum sejak kecil. Sehingga banyak kenangan yang dilalui bersama.

ADVERTISEMENT

Praka Rico, kata Tino, merupakan anak ke-8 dari 9 bersaudara. Almarhum memiliki kembaran perempuan bernama Rica Pramudia.

"Kembar dia, Bang, sama adiknya yang perempuan. Almarhum Rico anak ke-8, adiknya Rica anak ke-9," ujarnya.

Sejak lahir, Rico dan kembarannya sudah berpisah. Adiknya, Rica, dibawa keluarganya ke Pekanbaru atau Jambi, sedangkan Rico tinggal bersama orang tuanya di Kampung Suka Jadi, Dusun VII, Desa Dolok Manampang.

"Sejak kecil sudah pisah mereka. Kembarannya yang perempuan itu dibawa keluarganya. Sedangkan almarhum ikut mamaknya di kampung ini," ujarnya.

Sejak remaja, Rico memiliki hobi bermain sepak bola di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan bersama tim kampungnya, sering bertanding dengan tim kampung lain.

"Hobinya sepak bola. Satu tim di kampung ini sama kami, sudah berkali-kali tanding antar-kampung juga," ujarnya.

Setamat SMA pada tahun 2013, Rico sempat bekerja untuk membantu perekonomian orang tua. Bersama pamannya, Rico pernah bekerja sebagai pemasang teratak (tenda) dan dekorasi pesta.

Pekerjaan itu dilakukan Rico pada tahun 2013-2014, sebelum menjadi tentara.

"Setelah tamat SMA, dia sempat kerja memasang teratak (panggung) dan dekorasi pesta pernikahan dan lain sebagainya," ujarnya.

Kemudian, pada tahun 2015, cerita Tino, Rico melihat adanya pendaftaran TNI. Setelah itu, Rico pun langsung mendaftarkan diri.

Selama proses seleksi di Medan, Tino kerap menemani sahabatnya tersebut. Terlebih saat itu, Tino memang sedang berkuliah di Kota Medan.

"Pas coba tes TNI pertama kali, saya yang menemani, bahkan mengantar dan memberi tahu jalan, karena saat itu saya kuliah di Medan," ucapnya.

Hingga akhirnya, Rico dinyatakan lulus sebagai TNI. Rico pun kemudian ditempatkan di Kodam Iskandar Muda, hingga akhirnya bertugas di Kompi A Yonif 114/SM Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda.

"Meskipun sudah jadi TNI almarhum setiap pulang kampung selalu sapa orang kampung sini dan kepada yang lebih tua selalu cium tangan, keramahan itu menjadi kenangan baik bagi warga kampung,"katanya.

Pada tahun 2025, Praka Rico terpilih menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL).

Namun nahas, serangan tentara Israel pada 29 Maret 2026, membuat Praka Rico terluka hingga mengalami koma. Lalu pada 24 April 2026, Praka Rico dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Rico diperkirakan baru akan tiba di kampung halamannya di Sumatera Utara pada Selasa (28/4/2026) malam.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video MER-C Kecam Israel Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Kejahatan Perang"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads