Bagi para fresh graduate yang sedang mencari peluang untuk memulai karier, inisiatif Magang Nasional atau lebih dikenal dengan nama Magang Hub kembali menawarkan harapan baru. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan merencanakan untuk memperluas akses program ini menjelang tahun 2026.
Program yang sangat diminati ini tidak hanya menekankan pada pembelajaran di lingkungan kantor, tetapi juga memberikan bantuan keuangan yang kompetitif bagi para partisipannya.
Rencana Peningkatan Kuota
Berbanding dengan fase sebelumnya, upaya untuk meningkatkan jumlah peserta di tahun 2026 tergolong sangat signifikan. Pada angkatan sebelumnya, jumlah kuota yang ditawarkan hanya sekitar 20 ribu peserta. Namun, untuk angkatan berikutnya angka ini direncanakan akan meningkat secara dramatis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi dihimpun BeritaKlik, Menteri Ketenagakerjaan telah mengajukan kepada Presiden agar kuota penerimaan peserta bisa ditingkatkan menjadi 150.000 orang. Tindakan ini diambil sebagai respons terhadap perubahan yang sedang terjadi di dunia kerja saat ini.
Pemerintah berupaya memastikan lebih banyak lulusan baru dapat mengembangkan keterampilan mereka sebelum memasuki dunia industri secara penuh.
Berapa Uang Saku yang Diterima Peserta?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah masalah upah. Berbeda dengan program magang sukarela, Magang Hub dikelola dengan sangat profesional. Berdasarkan informasi resmi dari Kemnaker, peserta akan mendapatkan uang saku yang nilainya setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Dana tersebut disalurkan langsung oleh pemerintah ke rekening peserta melalui jaringan Bank Himbara. Program ini mematahkan stigma "anak magang cuma kerja gratis," karena pemerintah berkomitmen menghargai waktu dan tenaga peserta dengan dukungan finansial yang layak.
Keamanan peserta selama bekerja juga menjadi prioritas. Selama masa kontrak magang berjalan (biasanya selama 6 bulan), pemerintah menanggung biaya perlindungan kerja yang meliputi:
- Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
- Jaminan Kematian (JKM)
Artinya, para peserta bisa lebih konsentrasi untuk mengasah keterampilan tanpa perlu cemas mengenai biaya perlindungan diri jika menghadapi risiko saat bekerja.
Rencana peningkatan kuota Magang Hub 2026 hingga 150.000 peserta merupakan kesempatan luar biasa yang harus diambil oleh lulusan baru. Dengan tunjangan bulanan yang sebanding dengan upah minimum dan pengalaman kerja langsung di bawah arahan mentor profesional, inisiatif ini adalah jalan terbaik untuk membangun karier di tengah perubahan industri.
Pastikan untuk selalu memeriksa informasi resmi di situs Kemnaker agar tidak terlewat jadwal pendaftarannya. Persiapkan CV terbaikmu dari sekarang dan jadilah bagian dari tenaga kerja Indonesia yang berkualitas!
Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemnaker, Dwi Puspa Handayani Berutu di BeritaKlik
(nkm/nkm)