Asrama Haji Kelas 1 Aceh melakukan pengasapan (fogging) di seluruh area menjelang masuknya jemaah untuk mencegah penyebaran penyakit. Selain itu, asrama juga menyiapkan genset cadangan untuk mengantisipasi gangguan listrik.
Kepala Asrama Haji Kelas 1 Aceh, Irsyadi, mengatakan, fogging area asrama dilakukan tim Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banda Aceh sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian vektor penyakit. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap bersih dan aman bagi jemaah.
"Langkah ini bertujuan untuk memastikan lingkungan asrama tetap bersih, sehat, dan terbebas dari potensi penyebaran penyakit menular," kata Irsyadi dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irsyadi menjelaskan, fogging menjadi salah satu bentuk kesiapan penting dalam menyambut jemaah haji khususnya dari sisi kesehatan lingkungan. Para tamu Allah diharapkan dapat beristirahat dengan nyaman selama berada di asrama sebelum terbang ke Arab Saudi.
"Fogging merupakan salah satu bentuk kesiapan dalam menyambut jemaah haji khususnya dalam aspek kesehatan lingkungan. Dengan kondisi asrama yang terjaga, diharapkan para jemaah dapat beristirahat dengan nyaman dan aman sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci, Arab Saudi," jelas Irsyadi.
Selain fogging, kata Irsyadi, berbagai persiapan lain juga dimatangkan untuk memberikan pelayanan terbaik selama jemaah berada di asrama. Dari sisi kelistrikan, PLN turut memberikan dukungan penuh untuk mengantisipasi potensi gangguan.
"PLN juga mendukung penuh dalam hal mengantisipasi permasalahan kelistrikan seperti backup genset, juga UGB (unit gardu bergerak), kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PLN," ujar Irsyadi.
Irsyadi memastikan seluruh kesiapan terus dimaksimalkan agar proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Aceh (BTJ) berjalan lancar tanpa kendala berarti.
"Semua petugas masih terus bekerja hingga malam hari guna memastikan semua beres sebelum tanggal 5 Mei," ungkap Irsyadi.
Diketahui, jemaah haji Aceh kelompok terbang (Kloter) BTJ-01 akan masuk ke asrama pada Selasa 5 Mei dan terbang ke Arab Saudi pada Rabu 6 Mei. Para jemaah diminta menjaga kesehatan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Tahun ini, jemaah haji Aceh berjumlah 5.426 orang termasuk petugas akan diberangkatkan dalam 14 kelompok terbang (Kloter). Kloter pertama masuk dalam gelombang pertama pemberangkatan sedangkan kloter 2-14 masuk dalam gelombang kedua.
Jemaah kloter 1 mendarat di Madinah, sementara para tamu Allah kloter 2-14 mendarat di Jeddah, Arab Saudi. Untuk jemaah kloter 1, mereka akan masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh di Banda Aceh pada Selasa (5/5) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Para jemaah haji Aceh akan diberangkatkan ke Tanah Suci menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Untuk setiap kloter diisi 393 jemaah.
"Para jemaah kami imbau untuk menjaga kesehatan, makan seimbang dan istirahat yang cukup," kata Plt Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Aceh Arijal saat dimintai konfirmasi detikSumut, Jumat (17/4).
Menurutnya, para jemaah juga sudah dibagikan koper menjelang pemberangkatan. Koper dibagikan di daerah masing-masing jemaah.
(agse/dhm)