Pasar Deli Tua, Titik Temu Stasiun yang Jadi Pusat Ekonomi Warga

Pasar Deli Tua, Titik Temu Stasiun yang Jadi Pusat Ekonomi Warga

Siti Asyaroh - detikSumut
Rabu, 06 Mei 2026 04:31 WIB
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan saat meninjau Pasar Deli Tua (Foto: dok. Facebook Asri Ludin Tambunan)
Foto: Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan saat meninjau Pasar Deli Tua (Foto: dok. Facebook Asri Ludin Tambunan)
Jakarta -

Pasar Deli Tua di Kabupaten Deli Serdang tumbuh bukan dari perencanaan, melainkan dari aktivitas warga yang terus berkembang. Keberadaannya tak lepas dari peran stasiun kereta api yang dulu menjadi pusat pergerakan masyarakat.

Pasar tersebut awalnya muncul secara alami di sekitar kawasan stasiun. Hal ini dijelaskan oleh Dosen Sejarah Universitas Sumatera Utara, Muhammad Azis Risky Lubis.

"Mulanya pasar atau pajak Deli Tua tidak dibangun, tetapi tumbuh dan berkembang sehingga menjadi seperti sekarang. Pasar ini tumbuh di sekitar kawasan stasiun kereta api Deli Tua, yang menjadi titik temu masyarakat," tuturnya, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stasiun Deli Tua pada masanya menjadi simpul penting mobilitas warga. Aktivitas keluar-masuk penumpang dan distribusi barang memicu munculnya transaksi ekonomi di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

Seiring pertumbuhan penduduk, kebutuhan masyarakat meningkat. Kondisi ini mendorong aktivitas jual beli semakin ramai dan beragam.

"Bertambahnya jumlah penduduk di wilayah ini diikuti oleh meningkatnya permintaan terhadap kebutuhan hidup masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok, sandang, maupun papan," kata Azis.

Ia memperkirakan perkembangan pasar mulai signifikan pada 1980-an hingga awal 1990-an. Meski demikian, embrio pasar diduga sudah muncul sejak 1970-an.

"Perkembangan pasar ini diperkirakan di antara tahun 1980-an atau di awal tahun 90-an. Namun, bisa jadi pertumbuhannya dimulai dari tahun 70-an," jelasnya.

Pada periode tersebut, stasiun kereta api Deli Tua masih aktif melayani penumpang dan angkutan barang. Jalur ini terhubung hingga wilayah Pancur Batu.

Namun, operasional stasiun sempat terhenti akibat keterbatasan sarana dan perkembangan wilayah. Pada 1982, stasiun kembali beroperasi, tetapi hanya bertahan sekitar enam tahun.

"Hal ini karena stasiun kereta api Deli Tua sempat berhenti beroperasi, namun di tahun 1982 sempat beroperasi kembali selama 6 tahun," ujarnya.

Kendala teknis, termasuk sulitnya mendapatkan suku cadang dari Jepang, membuat operasional kembali dihentikan. Saat itu, pengelolaan masih berada di bawah PJKA, yang kini menjadi PT Kereta Api Indonesia.

Kini, jalur Medan-Kampung Baru-Kedai Durian-Deli Tua-Pancur Batu tidak lagi beroperasi. Meski demikian, Pasar Deli Tua tetap hidup sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Artikel ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di BeritaKlik




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads