Aktivitas nongkrong yang kian melekat dalam kehidupan generasi muda, khususnya Gen Z, sering kali menjadi tantangan untuk memulai kebiasaan menabung. Sebab tingginya tekanan gaya hidup tak jarang sampai membuat pengeluaran menjadi lebih besar dibanding pendapatan.
Lantas, di tengah gaya hidup Gen Z yang cenderung konsumtif, bagaimana cara agar tetap bisa menabung? simak tipsnya di bawah ini!
Dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Arif Rahman, mengatakan bahwa menabung bukan berarti harus menghilangkan aktivitas nongkrong. Melainkan bagaimana cara mengelolanya agar tetap seimbang dan terukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menabung di kalangan Gen Z sering kali menjadi tantangan, bukan karena tidak adanya kesadaran, tetapi karena tingginya tekanan gaya hidup, khususnya budaya nongkrong yang sudah menjadi bagian dari pola interaksi sosial," kata Arif kepada detikSumut, Kamis (7/5/2026).
Ia kemudian menjelaskan, langkah awal yang perlu dibangun adalah kebiasaan mengalokasikan pendapatan di awal, bukan menunggu sisa di akhir.
"Setiap kali memperoleh uang, baik dari orang tua maupun hasil usaha, sebaiknya sebagian langsung disisihkan untuk tabungan sebelum digunakan untuk kebutuhan lain. Ini penting agar menabung menjadi prioritas, bukan sekadar pilihan," jelasnya.
Selain itu, pengelolaan batas pengeluaran juga menjadi kunci, terutama untuk aktivitas nongkrong yang cenderung fleksibel dan sulit dikontrol.
"Nongkrong itu sah-sah saja karena punya nilai sosial dan bisa memperluas relasi. Bahkan dalam beberapa kondisi bisa membuka peluang ekonomi. Tapi tanpa batas yang jelas, ini bisa menjadi sumber kebocoran keuangan," katanya.
Ia menyarankan agar Gen Z menetapkan batas pengeluaran secara terukur, baik dalam skala mingguan maupun bulanan. Hal itu penting agar kondisi keuangan tetap stabil.
Lalu, penting juga untuk memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan demi menjaga kesehatan finansial.
"Perlu ada alokasi khusus untuk nongkrong, misalnya batas mingguan atau bulanan, sehingga pengeluaran tetap terkendali dan tidak mengganggu kebutuhan lain, Tidak semua aktivitas nongkrong memberikan nilai yang sama. Ada yang bermanfaat untuk relasi atau ide, tapi ada juga yang sekadar mengikuti tren. Kemampuan menilai value dari setiap pengeluaran ini yang perlu dibangun," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya memisahkan tempat penyimpanan uang sebagai langkah sederhana. Langkah itu dinilai efektif dalam menjaga disiplin menabung.
Di sisi lain, upaya menabung juga perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas pendapatan, agar ruang finansial semakin luas.
"Pemisahan antara rekening untuk kebutuhan harian dan tabungan bisa membantu mengurangi godaan untuk menggunakan uang yang seharusnya disimpan. Secara psikologis, ini membuat tabungan lebih terkunci. Mengandalkan uang saku saja sering kali tidak cukup. Gen Z perlu mulai membangun sumber penghasilan tambahan, baik melalui usaha kecil, freelance, maupun pemanfaatan keterampilan digital. Dengan meningkatnya pendapatan, peluang untuk menabung juga semakin besar," pungkasnya.
Artikel ini ditulis Nanda M Marbun, Peserta Maganghub Kemnaker di BeritaKlik
Simak Video "Gebrakan Dirut Pasar Jaya Gaet Gen Z dan Millenial"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)