Sungai Deli dan Babura, Jalur Kehidupan Awal Kota Medan

Sungai Deli dan Babura, Jalur Kehidupan Awal Kota Medan

A. Fahri Perdana Lubis - detikSumut
Minggu, 10 Mei 2026 12:30 WIB
(Pengangkutan Tembakau di Sungai Deli, 1879. Foto: dok. kitlv.nl)
Foto: (Pengangkutan Tembakau di Sungai Deli, 1879. Foto: dok. kitlv.nl)
Medan -

Sebelum jalan raya dan rel kereta berkembang di Sumatera Timur, Sungai Deli dan Sungai Babura menjadi jalur utama transportasi dan perdagangan masyarakat. Dari tepian dua sungai inilah kawasan Medan awal perlahan tumbuh menjadi pusat ekonomi penting pada masa kolonial.

Dalam buku Kisah Dari Deli: Masalah Sosial dan Pembangunan di Kota Medan Jilid II, penulis Erond L. Damanik menjelaskan bahwa awal perkembangan Kota Medan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Sungai Deli dan Sungai Babura.

"Medan pada awalnya berkembang di kawasan pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura," tulis Erond L. Damanik dalam bukunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Erond, posisi geografis tersebut membuat kawasan Medan perlahan berkembang menjadi pusat aktivitas perdagangan dan permukiman masyarakat.

ADVERTISEMENT

Pada masa itu, sungai memiliki fungsi penting sebagai jalur pengangkutan hasil bumi dan perkebunan menuju kawasan pelabuhan di Labuhan Deli.

Kajian tentang pentingnya Sungai Deli juga dibahas dalam jurnal Sejarah Perkembangan Kota Medan yang menjelaskan bahwa sungai menjadi jalur transportasi utama sebelum pembangunan jalan raya dan rel kereta api di Sumatera Timur.

Dalam kajian tersebut disebutkan bahwa aktivitas perdagangan di Medan awal banyak berkembang melalui jalur sungai karena akses darat masih sangat terbatas.

Selain itu, peneliti Anthony Reid dalam bukunya The Contest for North Sumatra juga menjelaskan bahwa sungai-sungai di Sumatera Timur memiliki peranan penting dalam pembentukan pusat-pusat ekonomi dan kekuasaan lokal pada masa sebelum kolonial modern berkembang.

Perkembangan industri perkebunan tembakau pada akhir abad ke-19 semakin meningkatkan peran Sungai Deli dalam aktivitas ekonomi kolonial. Banyak hasil perkebunan diangkut melalui jalur sungai sebelum berkembangnya jaringan kereta api.

Kawasan di sekitar sungai kemudian berkembang menjadi pusat administrasi, perdagangan, dan permukiman masyarakat multietnis di Medan.

Namun setelah masuknya investasi kolonial dan pembangunan infrastruktur modern seperti rel kereta api serta pelabuhan Belawan, fungsi sungai perlahan mulai berkurang.

Saat ini, kondisi Sungai Deli jauh berbeda dibanding masa lalu. Sungai yang dahulu menjadi jalur utama perdagangan dan kehidupan masyarakat kini menghadapi persoalan pencemaran dan penyempitan kawasan bantaran.

Sejarah Sungai Deli dan Sungai Babura menunjukkan bahwa perkembangan Kota Medan berawal dari jalur-jalur sungai yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dari tepian sungai inilah cikal bakal Kota Medan modern mulai tumbuh di Sumatera Timur.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Polisi Bongkar Perdagangan Kulit Macan Dahan-Sisik Trenggiling di Sidimpuan "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads