Kisah Pilu dari Tapsel: Ibu Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit karena Jalan Rusak

Round Up

Kisah Pilu dari Tapsel: Ibu Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit karena Jalan Rusak

Nizar Aldi - detikSumut
Minggu, 17 Mei 2026 09:32 WIB
Warga menggotong wanita hamil menuju rumah sakit karena jalan rusak parah di Kabupaten Tapsel
Foto: Warga menggotong wanita hamil menuju rumah sakit karena jalan rusak parah di Kabupaten Tapsel (Dok. Warga bernama Samsul Bahri)
Medan -

Kisah pilu wanita bernama Tuty Daulay warga Dusun Aek Nabara, Desa Dalihan Na Tolu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Tuti yang sedang hamil terpaksa ditandu warga ke rumah sakit dengan waktu tempuh sekitar 7 jam.

Dalam video yang dilihat, Senin (11/5/2026), warga meletakkan wanita itu di dalam kain kemudian ditandu menggunakan sebatang bambu. Belasan warga secara bergantian menggotong wanita itu melewati jalan di pegunungan.

Mantri Desa, Samsul Bahri Sihombing, yang sempat mengecek kondisi wanita hamil itu pun menceritakan peristiwa itu. Warga membawa wanita hamil itu ke
rumah sakit di ibukota Kabupaten Tapsel, Sipirok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samsul awalnya diminta warga untuk mengecek kondisi wanita hamil itu. Dia pun berangkat pada Jumat (8/5) sore dan tiba pukul 20.00 WIB dengan berjalan kaki.

"Kan saya dapat telepon itu, makanya Jumat itu, sore berangkat ke sana tiba saya sampai di sana habis salat Isya, kira-kira jam 8 malam. Ternyata saya cek, menurut amat saya tadi, bayi yang di dalam petut itu di kandungan ibu itu telah meninggal," kata Samsul Bahri Sihombing saat dihubungi, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT

Ia pun menyarankan agar dibawa ke rumah ssakit di Sipirok untuk dilakukan operasi. Warga kemudian berangkat pada Sabtu (9/5) pagi dengan menggotong wanita hamil itu jalan kaki sejauh sekitar 30 kilometer menuju Hasahatan, Kecamatan dipotong untuk mendapatkan mobil menuju rumah sakit.

"Makanya saya anjurkan pada hari Sabtu tanggal 9, dibawa ke rumah sakit. Makanya dibawa, digotonglah, ditandu, rame-rame. Sekitar perjalanan 7 jam menempuh 30 kilometerlah biar sampai ke Dusun Hasahatan, Kecamatan Sipirok, biar dapat mobil," jelasnya.

Rombongan itu kemudian tiba di rumah sakit pada Sabtu (9/5) sore sehingga operasi dilaksanakan keesokan harinya. Setelah operasi, wanita hamil selamat, sedangkan bayi dalam kandungan meninggal dunia.

"Sampai di rumah sakit karena berhubung sudah sore, operasinya berlangsung hari Minggu, tanggal 10. Operasinya berjalan, ternyata ibu itu sehat, ternyata bayinya itu sudah meninggal," ucapnya.

Lebih lanjut, Samsul menjelaskan jika kondisi akses ke sejumlah dusun di wilayah itu tidak terakses pembangunan. Peristiwa seperti yang dialami wanita hamil bernama Tuti Daulay ini bukan kali pertama.

"Dari dusun yang lain, Dusun itu kan orang itu satu desa tiga dusun. Pambongol itu, sudah dua kali kejadian kayak gitu juga, digotong menuju Kecamatan Arse. Itu pun sekitar 7 jam lah diperjalanan itu," ujarnya.

Samsul merupakan mantri desa kerap membantu warga ketika sakit dan dia dihubungi warga sehingga langsung mendatangi lokasi. Ia mengungkapkan jika sebelumnya ada bidan ditugaskan di sana, namun memilih pindah.

"Bidan pun sudah pernah ditugaskan di sana, nggak tahan orang itu, ngurus pindah dia," ungkapnya.

Jaringan listrik PLN juga disebut belum menyentuh permukiman warga di sana. Penerangan tenaga surya yang ada pun disebut sudah banyak rusak, sehingga perlu perhatian pemerintah setempat.

"Ada penerangan di situ tenaga surya, karena usianya sudah lama, sudah banyak yang rusaklah, nggak layak dipakai lagi. itulah butuh perhatian pemerintah, apa tenaga surya lagi dipasang yang baru, atau kincir," tuturnya.

Respons Gubsu Bobby Nasution

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution memberikan respons soal peristiwa itu. Bobby mengucapkan belasungkawa atas yang dialami Tuti.

"Kami dari provinsi menyampaikan belasungkawa juga atas kondisi ini dan tadi anaknya disampaikan di rumah sakit sudah meninggal," kata Bobby Nasution di Kantor Gubsu, Selasa (12/5).

Bobby mengungkapkan jika belum mengetahui informasi detail soal peristiwa itu. Namun dari penjelasan yang simpulkan, permasalahan ini terkait dengan infrastruktur jalan.

"Untuk detailnya saya belum termonitor, yang pasti persoalan bukan di fasilitas kesehatannya tapi persoalannya di infrastruktur jalan, jalan kabupaten, nanti akan kita cek apakah sudah dianggarkan bupati tahun ini atau seperti apa," ungkapnya.

Ruas jalan yang rusak dalam video itu disebut milik Pemkab Tapsel. Sedangkan ruas jalan provinsi penghubung di sekitar wilayah itu bakal diperbaiki tahun ini.

Pemprov Sumut disebut disebut dapat membantu daerah dalam membangun infrastruktur melalui skema bantuan keuangan provinsi (BKP). Namun Bobby mengaku belum mengetahui apakah jalan yang viral itu sudah diajukan atau tidak oleh Pemkab Tapsel.

"Ruas jalan provinsi di dekat situ sudah kita anggarkan tahun ini, nanti kita lihat karena dana provinsi ada bantu infrastruktur daerah melalui BKP ini tergantung pengajuan dari daerah masing-masing, ini ada beberapa kilometer juga kita bantu di Tapsel baik yang terkena bencana secara langsung atau tidak langsung," ujarnya.

Dari sisi fasilitas kesehatan, Bobby menyebutkan jika Pemprov Sumut telah menyiapkan anggaran untuk membantu adanya rawat inap di Puskesmas. Harusnya program itu dilaksanakan tahun 2027, namun dipercepat menjadi tahun ini karena pemangkasan dana transfer ke daerah (TKDK dibatalkan presiden.

"Ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, boleh dicek, dari yang saya sampaikan kemarin tolong kabupaten/kota itu Puskesmas nya dibuat standarnya sudah ada, ketika sudah mencapai standar yang ada kami dari pemerintah provinsi akan membantu ini Puskesmas untuk bisa menjadi Puskesmas rawat inap, ini sudah masuk program dan sudah kita sampaikan, ini harusnya dimulai tahun 2027 tapi kita percepat di tahun ini karena ada bantuan TKD," sebutnya.

Salah satu persyaratannya adalah jarak rumah sakit ke desa di atas 30 kilometer. Pengajuan ini disebut harus melalui kabupaten/kota.

"Kita cek jarak dari rumah sakit ke desa-desa yang lebih dari 30 kilometer itu kita harapkan Puskesmas dibuat rawat inapnya, kita siapkan keuangannya, ini tergantung daerahnya mengajukan atau tidak, kan Puskesmas itu di kabupaten/kota," tuturnya

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu enggan merespons saat ditanya soal ibu hamil tersebut. Namun berdasarkan unggahan di media sosial, Gus terlihat mengunjungi dusun Tuti Daulay.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Miris! Wanita di Poman Ditandu 9 Km ke Puskesmas gegara Jalan Rusak"
[Gambas:Video 20detik]
(niz/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads