Pembangunan Jembatan Gang Damai Polonia Masuk Tahap Teknis dan Administratif

Pembangunan Jembatan Gang Damai Polonia Masuk Tahap Teknis dan Administratif

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Jumat, 22 Mei 2026 11:49 WIB
Anak SMP saat melewati pipa seusai pulang sekolah. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Anak SMP saat melewati pipa seusai pulang sekolah. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Jembatan pengganti di kawasan Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kota Medan segera dibangun. Kepala PT KAI Divre I Sumut, Sofan Hidayah, menyampaikan saat ini rencana pembangunan jembatan tersebut dalam tahap pembahasan teknis dan administratif.

Pihaknya memastikan KAI Divre Sumut mendukung penuh realisasi proyek tersebut.

"Saat ini dalam tahap pembahasan teknis dan administratif. Kami memastikan akan mendukung sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Sofan usai pertemuan dengan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Sofan menyebut pembangunan jembatan pengganti menjadi salah satu pembahasan utama. Terlebih kondisi jembatan sebelumnya yang telah ambruk sejak 2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswi SMP nekat melewati pipa air yang berada di atas Sungai Deli, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), demi bisa sampai ke sekolah mereka. Para siswi ini terpaksa melewati pipa itu karena tidak ada lagi jembatan di lokasi tersebut yang ambruk akibat banjir.

ADVERTISEMENT

Pemerintah Kota (Pemkot) telah memastikan pembangunan jembatan di Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Kecamatan Medan Polonia tak menggunakan APBD Kota Medan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi mengatakan, pembangunan jembatan akan dilakukan dengan dana bantuan dari TNI.

"Dari TNI (dananya). Bantuan dari TNI, jadi segala sesuatunya pemerintah daerah lah yang mengurus. Masalah pinjam pakai PJKA dan lainnya," ujar Azmi saat diwawancarai, Jumat (24/4/2026).

Azmi menyebut, saat ini pihaknya mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memberikan izin terkait penggunaan lahan.

"Jadi kesiapan pemerintah daerah, khususnya wali kota, itu kami sudah siap. Baik itu dari unsur TNI yang membangun, baik itu dari BWS yang akan mengeluarkan pertek, baik dari Dinas SDABMBK yang akan koordinasi sama TNI masalah RAB jembatan gantinya," ungkapnya.

Menurut Azmi, saat ini PT KAI sedang menyiapkan skema kerjasama dengan Pemkot Medan terkait penggunaan lahan.

"Tetapi dalam hal ini kan memang ada sedikit masalah kita lahan, yaitu lahan PJKA. Tetapi PT KAI siap membantu, regulasinya tidak tahu ini seperti apa, apakah pinjam pakai, apakah hibah," katanya.

Ia berharap pekan depan, persoalan administratif dan kajian terkait regulasi pembangunan jembatan bisa selesai. Menurutnya, pembangunan jembatan akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat kami minta tempo seminggu, jadi minggu depan di Hari Senin atau Selasa itu sudah bisa kami terima lah surat izin dan regulasinya seperti apa dari PT KAI," katanya.

Saat ini, Azmi memastikan pagar sudah didirikan di lokasi bekas jembatan di Gang Damai agar tidak dilintasi oleh siswa-siswi untuk pergi bersekolah.

"Sudah kita pastikan tidak akan dilintasi lagi saat ini untuk sementara, karena sudah ada pagar beberapa lapis dari PDAM. Kemarin kan masih satu. Sekarang saya belum cek, tapi dari laporan terakhir sudah ada tiga pagar," pungkasnya.


Foto: Anak SMP saat melewati pipa seusai pulang sekolah. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Tarif Baru Parkir di Medan: Motor Rp 2 Ribu, Mobil 4 Ribu"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads