Bolehkah Mencuci Daging Kurban Sebelum Disimpan? Cek Fakta Kesehatannya di Sini

Bolehkah Mencuci Daging Kurban Sebelum Disimpan? Cek Fakta Kesehatannya di Sini

Dwi Puspa Handayani Berutu - detikSumut
Rabu, 27 Mei 2026 06:31 WIB
Ilustrasi Daging Kurban
Ilustrasi Daging Kurban (Foto: Usman Yousaf/Unsplash)
Medan -

Momen Idul adha selalu membawa suka cita melalui pembagian hewan untuk kurban. Saat bungkusan daging sapi atau kambing telah ada di tangan, insting pertama kita umumnya adalah segera membawanya ke wastafel untuk dibersihkan. Tujuannya jelas, yaitu agar darah dan kotoran dapat hilang sebelum daging tersebut dimasukkan ke dalam kulkas.

Namun, ada suatu pertanyaan penting, sebenarnya bolehkah kita mencuci daging kurban sebelum disimpan?

Bagi Anda yang terbiasa untuk langsung mencucinya, informasi medis dan ilmiah berikut ini pasti akan membuat Anda berpikir dua kali dalam menjaga kesehatan seluruh keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengapa Daging Kurban Tidak Boleh Dicuci Sebelum Masuk Freezer

Kebanyakan orang percaya bahwa menyiram dengan air yang mengalir akan menjadikan makanan lebih steril. Namun, untuk masalah daging segar, hukumnya justru sebaliknya.

Dikutip dari detikJatim, seorang ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair), menjelaskan bahwa daging yang seharusnya disimpan dalam waktu lama harus dimasukkan ke dalam freezer dalam keadaan benar-benar kering dan tidak terpapar air.

ADVERTISEMENT

Ketika air meresap ke dalam serat daging, kelembapan yang berlebihan ini justru tidak membunuh kuman, tetapi mempermudah penyebarannya ke dalam jaringan daging. Akibatnya, kualitas nutrisinya bisa menurun drastis dan proses pembusukan dapat berlangsung lebih cepat, bahkan sebelum daging sempat diolah.

Tantangan dalam menangani daging kurban di lapangan memang masih sangat banyak. Kita seringkali melihat daging terbuka di udara, proses distribusi yang terlalu lama dapat mengubah aroma dan warna, serta pengemasan yang sering kali dicampur dengan jeroan dan tulang.

Kondisi ini dikuatkan oleh penelitian Wahyu Septiani yang menunjukkan tingginya risiko terpapar kuman pada hewan kurban. Sesuai dengan pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjaga kebersihan adalah langkah penting untuk mengendalikan keadaan fisik agar tidak mengancam kesehatan dan keselamatan manusia. Salah satu risiko nyata akibat kurangnya sanitasi adalah terkontaminasinya bakteri Escherichia coli (E. coli).

Keberadaan E. coli dalam produk daging merupakan indikasi bahwa produk tersebut telah terkontaminasi oleh kotoran dari sistem pencernaan organisme. Ada berbagai faktor yang mendasari hal ini, di antaranya:

• Pisau dan alat pemotong yang tidak bersih.

• Area pemotongan daging yang tidak higienis.

• Pencampuran area pemotongan daging bersih dengan bagian dalam atau jeroan.

Apabila Anda mencoba untuk membilas daging yang terkontaminasi bakteri ini, percikan airnya akan menyebarkan kuman ke wastafel, piring, atau alat masak lainnya (menyebabkan kontaminasi silang).

Pemilihan dan pemotongan hewan kurban sesungguhnya sudah diatur dengan jelas melalui peraturan pemerintah dan Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009. Aturan ini mencakup kriteria lokasi pemotongan, kesehatan hewan, serta pemisahan limbah. Namun, sebagai konsumen akhir, tanggung jawab untuk menjaga kebersihan di dapur sepenuhnya ada di tangan kita.

Kapan Sebaiknya Membersihkan Daging?

Kita tidak dapat mengabaikan bahwa selama proses penyembelihan dan distribusi, daging sangat rentan terpapar debu, pasir, atau sisa darah. Oleh sebab itu, membilas daging secara cepat sebelum dimasukkan ke dalam wajan atau panci sangat disarankan untuk menghilangkan kotoran yang terlihat. Setelah dibilas, pastikan daging langsung dimasak pada suhu tinggi agar semua kuman mati sepenuhnya.

Trik Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Segar Berminggu-minggu

Untuk menjaga agar pasokan daging Anda tetap berkualitas tinggi dan aman untuk dikonsumsi dalam jangka waktu lama, terapkan langkah-langkah higienis berikut ini:

• Saat paket kurban datang, pastikan tidak ada kontak dengan air. Cukup gunakan tisu dapur bersih untuk mengelap bulu atau kotoran yang ada.

• Potonglah daging menjadi bagian-bagian kecil sesuai kebutuhan konsumsi harian keluarga. Metode ini sangat efisien karena memungkinkan Anda mengambil porsi yang diperlukan tanpa mengganggu sisa persediaan.

• Hindari mencampurkan daging dengan jeroan (usus, babat, hati) dalam wadah yang sama. Jeroan memiliki tingkat bakteri yang lebih tinggi dan bisa merusak kualitas daging yang biasa.

• Tempelkan potongan daging dalam tas plastik makanan yang sesuai atau wadah plastik yang tertutup rapat.

• Segera masukkan ke dalam freezer dengan suhu rendah untuk menghentikan semua aktivitas mikroba.

Kini, Anda telah memahami kesehatan di balik masalah mencuci daging kurban. Kesalahan kecil dalam prosedur di dapur, seperti membiarkan daging dalam keadaan lembap sebelum dimasukkan ke dalam freezer, dapat memberikan peluang bagi pertumbuhan bakteri E. coli dan mikroorganisme berbahaya lainnya.

Artikel ini ditulis oleh peserta magang Kemanker, Dwi Puspa Handayani Berutu di BeritaKlik.com.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads