Jemaah Haji Asal Langkat Meninggal Dunia di Tanah Suci Akibat Sesak Napas

Jemaah Haji Asal Langkat Meninggal Dunia di Tanah Suci Akibat Sesak Napas

Rechtin Hani Ritonga - detikSumut
Sabtu, 30 Mei 2026 16:30 WIB
Jemaah asal Langkat, Nadhirah binti Sirajuddin meninggal dunia. (dok.PPIH Sumut)
Foto: Jemaah asal Langkat, Nadhirah binti Sirajuddin meninggal dunia. (dok.PPIH Sumut)
Medan -

Satu orang jemaah haji asal Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut), bernama Nadhirah Binti Sirajuddin, meninggal dunia di Tanah Suci. Almarhumah meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapat perawatan akibat sesak nafas.

"Beliau wafat di usia 66 tahun di Hari Jumat, 12 Zulhijjah 1447 Hijriah atau 29 Mei 2026 di Rumah Sakit Mina Al Wadeed," ujar Kasubbag Humas Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Suci Ramadhani, Sabtu (30/5/2026).

Suci mengatakan, dari keterangan yang diperoleh, jemaah Nadhirah memiliki riwayat penyakit jantung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi beliau sempat sesak napas di tenda. Sudah sempat membaik. Lalu pas naik bus tiba-tiba penurunan kesadaran, henti jantung dan dibawa oleh dokter ke rumah sakit," katanya.

ADVERTISEMENT

Menurut Suci, hingga saat ini, terdapat tiga jemaah Haji asal Sumut yang meninggal dunia. Yakni 1 orang jemaah asal Kota Medan, 1 orang dari Kabupaten Mandailing Natal, dan terakhir dari Kabupaten Langkat.

"Sampai saat ini 3 orang," ungkapnya.

Diketahui, pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan dimulai sejak 22 April 2026 melalui Kloter 1 dan berakhir pada 11 Mei 2026 melalui Kloter 17.

Dari total 5.972 jemaah dan petugas yang diberangkatkan, sebanyak 2.422 orang merupakan laki-laki dan 3.550 lainnya perempuan.

Selain jemaah, Embarkasi Medan juga memberangkatkan total 68 petugas haji yang terdiri atas 17 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 17 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan 34 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Menurut Suci, seluruh jemaah berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang tergabung dalam 17 kloter penerbangan Garuda Indonesia menuju Madinah.

"Rata-rata setiap kloter membawa sekitar 358 sampai 360 jemaah dan petugas, kecuali Kloter 17 yang menjadi kloter terakhir dengan jumlah lebih sedikit, yakni 233 orang," katanya.

Meski tingkat keberhasilan pemberangkatan cukup tinggi, terdapat 18 orang yang belum dapat diberangkatkan. Rinciannya, delapan jemaah mengalami penundaan keberangkatan karena sakit, sementara empat lainnya gagal berangkat sebelum masuk asrama akibat kondisi kesehatan dan faktor tertentu lainnya.

Selain itu, terdapat enam kursi kosong atau open seat murni di sejumlah kloter akibat kekosongan manifest penerbangan.

"Faktor kesehatan masih menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji karena mayoritas jemaah merupakan lanjut usia dan memiliki risiko kesehatan tertentu," ujar Suci.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kemenhaj Rilis Data Pelanggaran Dam dan Badal Haji Fiktif Musim Haji 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads