107 Kontainer Hanyut Usai Kapal Kargo Tenggelam, KSOP Batam Lakukan Evakuasi

Kepulauan Riau

107 Kontainer Hanyut Usai Kapal Kargo Tenggelam, KSOP Batam Lakukan Evakuasi

Alamudin Hamapu - detikSumut
Senin, 08 Jun 2026 11:59 WIB
Proses evakuasi kontainer yang hanyut. (dok. KSOP Batam)
Foto: Proses evakuasi kontainer yang hanyut. (dok. KSOP Batam)
Batam -

Sebanyak 107 kontainer dilaporkan hanyut setelah kapal kargo MV Golden Star I tenggelam di jalur pelayaran internasional Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Singapura pada Jumat (5/6) malam. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam kini fokus melakukan pengamanan terhadap kontainer-kontainer tersebut guna mencegah gangguan terhadap keselamatan pelayaran.

Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan sejumlah kontainer yang ditemukan telah ditarik dan dikandaskan sementara di kawasan Pulau Putri guna mengurangi potensi bahaya bagi kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

"Kami fokus memastikan kontainer yang hanyut tidak mengganggu alur pelayaran dan tidak membahayakan kapal yang beroperasi di wilayah Batam maupun TSS," kata Takwim, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan laut, VTS Batam juga telah mengeluarkan Broadcast Navigation Warning secara berkala melalui kanal VHF Channel 16 kepada seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Takwim menjelaskan hingga saat ini penyebab tenggelamnya MV Golden Star I masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait. KSOP Batam juga berencana melakukan survei untuk memastikan posisi bangkai kapal di dasar laut.

ADVERTISEMENT

"Nantinya akan dilakukan survei untuk memastikan posisi terakhir kapal. Setelah itu akan dipasang rambu atau tanda navigasi agar keselamatan pelayaran di lokasi tersebut tetap terjaga," jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh nakhoda dan operator kapal yang berlayar di wilayah TSS maupun perairan Batam untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, masih terdapat kemungkinan kontainer hanyut maupun tenggelam sebagian yang berpotensi membahayakan pelayaran.

Terkait muatan di dalam kontainer, Takwim mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti isi barang yang diangkut kapal tersebut karena kapal beroperasi dari Singapura dan berada di bawah otoritas negara tersebut.

"Yang terpenting bagi kami saat ini adalah memastikan kontainer-kontainer yang hanyut tidak mengganggu keselamatan pelayaran," ujarnya.

Dari sembilan awak kapal yang berhasil dievakuasi, seluruhnya merupakan warga negara Indonesia (WNI). Berdasarkan estimasi awal, para awak kapal mengapung di laut sekitar satu jam sebelum ditemukan dan diselamatkan tim patroli KSOP Batam.

Sementara itu, proses penanganan terhadap kontainer yang hanyut masih terus berlangsung. KSOP Batam mengaku belum dapat memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengevakuasi seluruh kontainer karena kondisi di lapangan masih terus berkembang.

"Masih proses evakuasi," ujarnya.




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads