Warga Kota Medan heran trek lari Lapangan Merdeka Medan tak kunjung dibuka. Sebelumnya, trek lari ini sempat ditutup kembali lantaran rusak pada Februari 2026.
"Sampai sekarang enggak dibuka, padahal sudah hampir 4 bulan ditutup karena kemarin rusak lagi," ujar seorang warga yang berkunjung di Lapangan Merdeka Medan, Isma saat diwawancarai, Kamis (11/6/2026).
Isma menyebut, selain trek lari, beberapa fasilitas Lapangan Merdeka juga belum bisa digunakan. Termasuk lokasi parkir dan ruang bawah tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih banyak fasilitas juga yang belum bisa digunakan. Karena parkirnya juga masih di tepi jalan, dan yang bagian bawah tanahnya juga masih ditutup," katanya.
Ia juga mengeluhkan banyaknya lubang-lubang di trotoar sekeliling Lapangan Merdeka Medan. Serta lokasi parkir di tepi jalan yang terkadang memakan badan trotoar.
"Di trotoarnya juga banyak lubang-lubang kan. Jadi karena trek larinya ditutup kadang banyak warga yang jalan dan jogging di situ, tapi ya itulah, banyak ranjaunya. Belum lagi parkir kalau padat sepeda motor dinaikkan ke trotoar," ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dapat lebih memperhatikan ruang terbuka hijau di pusat kota tersebut.
"Seharusnya bisa lebih diperhatikan lagi Lapangan Merdeka ini. Karena banyak warga yang ke sini untuk berolahraga atau cuma menghabiskan waktu aja," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, John Esther Lase menyebut perbaikan trek lari (jogging track) Lapangan Merdeka Medan membutuhkan waktu satu bulan.
John mengatakan, waktu tersebut dibutuhkan lantaran perbaikan jogging track akan dilakukan secara menyeluruh.
"(Perbaikan) jogging track kita upayakan sebulan. Kayaknya sebulan berarti butuh waktu sampai Maret lah ya," ujar John saat diwawancarai, Selasa (10/2/2026).
Lebih lanjut John menyebut, kualitas material yang digunakan untuk jogging track tersebut cukup baik. Hanya saja, kata dia, penyelesaian dilakukan terburu-buru.
"Karena gini, jogging track yang lama itu sebenarnya secara kualitas bagus materialnya. Tapi mungkin karena dulu pemasangannya, apa ya, dulu kan buru-buru mau dipakai, jadi pemasangannya enggak sempurna, itu yang membuat dia rusak terus," jelasnya.
"Karetnya itu enggak lengket sama beton yang di bawahnya itu. Karena supaya karetnya lengket itu beton yang di bawahnya harus betul-betul kering," tambahnya.
Menurut John, ia meminta pihak pelaksana untuk memperbaiki jogging track secara menyeluruh. Lantaran perbaikan yang dilakukan sebelumnya hanya tambal sulam.
"Ini jogging track itu memang sebelum saya masuk memang sudah banyak masalahnya. Makanya saya pikir daripada itu tambal sulam-tambal sulam pekerjaannya makanya sekarang kita tutup ini. Sudahlah kita tutup, sekalian kita perbaiki menyeluruh, bongkar ulang semua, pasang ulang, dan itu masih tanggung jawabnya pelaksana. Karena kan masih pemeliharaan," katanya.
(nkm/nkm)