AS Lancarkan Serangan Terbaru, Iran Nilai Genjatan Senjata jadi Tak Berarti

Internasional

AS Lancarkan Serangan Terbaru, Iran Nilai Genjatan Senjata jadi Tak Berarti

Isal Mawardi - detikSumut
Jumat, 12 Jun 2026 03:01 WIB
Iranian flags flutter in Tehran. (Via Reuters)
Ilustrasi bendera Iran (Foto: dok. Reuters)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran dalam gelombang terbaru yang mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka. Pemerintah Iran menilai tindakan tersebut membuat gencatan senjata yang sedang berlangsung menjadi tidak lagi bermakna.

"Tanggung jawab penuh atas konsekuensi dari tindakan ilegal dan berbahaya ini terletak pada Amerika Serikat dan pihak mana pun yang berpartisipasi, memfasilitasi, atau membantu tindakan tersebut," tulis Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi di X dilansir detikNews dari CNN, Kamis (11/6/2026).

Sebagai respons, militer Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan dengan menyasar pangkalan militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan senada juga disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Ia mempertanyakan keberlangsungan gencatan senjata yang selama ini dinilai rapuh.

Dalam percakapan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, Araghchi menyampaikan bahwa Teheran menganggap serangan terbaru Washington sebagai "pelanggaran nyata" terhadap hukum internasional. Menurut laporan Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA), tindakan tersebut telah "membuat gencatan senjata tidak efektif."

ADVERTISEMENT

Kecaman juga datang dari penasihat militer senior pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei. Ia menegaskan bahwa Washington harus memenuhi tuntutan Iran atau menghadapi risiko kehilangan "sisa kredibilitas terakhirnya di dunia". Namun, Rezaei tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai "persyaratan" yang dimaksud.

Ia juga menyinggung Presiden AS Donald Trump dengan mengatakan bahwa Trump "membayangkan bahwa bom dapat menyelamatkannya dari rawa yang ia ciptakan sendiri," kata Rezaei.

"Tetapi rudal Iran akan menjerumuskannya lebih dalam lagi ke dalamnya," sambungnya.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads